Parlemen Sorot Tajam Pekerja Indonesia Didominasi Lulusan SD

  • 11 Feb 2026 10:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi X DPR RI menyoroti tajam, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) terkait mayoritas penduduk bekerja di Indonesia. Dalam data BPS disebutkan, pekerja di Indonesia masih didominasi lulusan sekolah dasar (SD). 

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad menegaskan, kondisi tersebut menjadi 'PR besar' yang harus diselesaikan pemerintah. Karena, dampaknya berpengaruh pada daya saing Indonesia dalam kompetisi global. 

“Data dari BPS menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tenaga kerja kita masih rendah. Jika lebih dari 34,63 persen pekerja hanya berijazah SD dan hanya sekitar 13 persen yang berpendidikan tinggi," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. 

Habib Syarief juga menilai, kondisi ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan nasional. Hal itu merupakan masalah besar yang tak boleh dibiarkan. 

"Rendahnya tingkat pendidikan pekerja berimplikasi langsung pada kompetensi dan produktivitas tenaga kerja nasional. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan memperlebar kesenjangan kesejahteraan,” ucap Habib Syarief. 

Ke depannya, ia menegaskan, Kemendikdasmen memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan kualitas dan akses pendidikan di seluruh Indonesia. Jangan sampai, ada lagi anak-anak di Indonesia yang putus sekolah. 

“Pemerintah harus berusaha keras agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Minimal mereka harus lulus SMA atau SMK, bahkan didorong untuk melanjutkan hingga perguruan tinggi," ujar Habib Syarief. 

Berdasarkan data BPS per Februari 2026, jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 155,27 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34,63 persen merupakan lulusan SD. 

Sementara, lulusan SMP 17,31 persen, lulusan SMA tercatat sebesar 20,99 persen, dan lulusan SMK 14,06 persen. Adapun penduduk bekerja yang pernah mengenyam pendidikan tinggi hanya sekitar 13 persen. 

13 persen itu, terdiri dari 10,81 persen lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3. Serta, 2,20 persen lulusan diploma I/II/III.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....