Kemenhut Gandeng BLDF Pulihkan Ekosistem Lereng Gunung Muria
- 10 Feb 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kudus - Kementerian Kehutanan menggandeng Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk mempercepat rehabilitasi hutan Lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus. Langkah ini dilakukan demi ekosistem berkelanjutan dan ekonomi masyarakat sekitar Lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
“Kami mengajak seluruh stakeholder, termasuk Djarum Foundation, bergotong royong mendukung rehabilitasi lahan dan kawasan hutan Muria. Dukungan multi pihak sangat penting agar program rehabilitasi berjalan berkelanjutan,” kata Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan Ayi Firdaus Maturidy saat memberikan sambutan dalam acara One Action One Tree Djarum Foundation di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa, 10 Februari 2026.
Lebih lanjut, Ayi mengatakan pengembangan komoditas kawasan hutan disesuaikan kondisi ekologis berbukit. Sekaligus untuk mempertimbangkan kebutuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lereng Gunung Muria, Kabupaten Kudu.
“Tentunya kita sesuaikan dengan kondisi ekologi di sini yang berbukit. Ada pertimbangan ekologis, juga ada pertimbangan ekonomi supaya masyarakat tetap mendapat manfaat,” ucap.
Menurutnya, komoditas yang sudah ada seperti kopi tetap dipertahankan, lantaran ditanam sehingga tidak mengganggu tutupan hutan. Ke depan, Kemenhut akan mendorong tanaman multiguna atau Multi Purpose Tree Species (MPTS).
“Di luarnya nanti kita dorong komoditas MPTS, buah-buahan yang bisa mensupport kehidupan masyarakat. Sejumlah tanaman buah seperti alpukat, durian, dan komoditas lokal lain tengah dikaji kesesuaiannya bersama dinas pertanian agar menjadi ciri khas kawasan,” kata Ayi menutup.
Director Communications Djarum Foundation Mutiara Diah Asmara menyebut program One Action One Tree mencatat capaian signifikan. Kegiatan ini mengonversi aktivitas fisik masyarakat menjadi 67 ribu bibit tanaman multifungsi untuk penghijauan Lereng Gunung Muria.
“Waktu itu banyak yang bekerja dari rumah, jadi kami mencari cara agar orang tetap bergerak, tetap sehat, sekaligus tetap bisa menanam pohon. Ternyata responsnya sangat baik, sehingga kami lanjutkan hingga sekarang,” kata Mutiara
Mutiara menyebut tahun ke-10 kampanye menghasilkan akumulasi puluhan juta kilogram gerakan menjadi puluhan ribu bibit tanaman. Ia berharap penanaman pohon menjadi kebiasaan harian masyarakat, baik di rumah, desa, maupun perkotaan berlahan terbatas.
“Totalnya sudah terkumpul sekitar 67 ribu bibit. Kami berharap ini bukan hanya memberi dampak ekologis, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat desa sekitar Gunung Muria,” ucap Mutiara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....