Wamenperin: Penguasaan Bahasa Modal Penting Kemajuan Industri Nasional
- 10 Feb 2026 10:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menyatakan pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui pendidikan internasional. Faisol menjelaskan penguasaan bahasa dan pemahaman lintas budaya menjadi modal penting bagi kemajuan industri nasional.
Sektor industri saat ini membutuhkan generasi muda yang memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar mancanegara. Hubungan kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang menjadi jembatan utama dalam membangun kapasitas talenta domestik.
“Hubungan Indonesia dan Jepang tidak hanya kuat dalam aspek investasi dan perdagangan, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia. Kami mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kompetensi bahasa, pemahaman lintas budaya, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam penguatan sektor industri nasional,” ujar Faisol di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Pemerintah memandang penguatan kapasitas manusia sebagai fondasi paling krusial dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia sekarang. Sinergi antara lembaga pendidikan luar negeri dan kementerian akan terus diperkuat guna mendukung ekosistem industri nasional.
Antusiasme mahasiswa Indonesia dalam mengikuti ajang kompetisi menulis esai bahasa Jepang mengalami peningkatan yang sangat drastis. Jumlah karya esai yang terkumpul pada tahun ini telah menyentuh angka sekitar 280 karya.
Pencapaian tersebut menunjukkan lonjakan partisipasi yang signifikan jika dibandingkan dengan periode pelaksanaan lomba pada tahun sebelumnya. Minat besar generasi milenial terhadap literasi internasional menjadi sinyal positif bagi penguatan kompetensi global bangsa Indonesia.
Hiroshima University melaporkan bahwa komunitas mahasiswa asal Indonesia kini menjadi salah satu kelompok internasional terbesar di kampus. Data terbaru per Mei 2025 menunjukkan terdapat 127 mahasiswa Indonesia sedang menempuh studi.
Posisi tersebut menempatkan pelajar Indonesia pada urutan kedua terbanyak dari total 1.132 mahasiswa asing. Lebih dari 1.000 alumni institusi tersebut telah berkontribusi aktif pada sektor pemerintahan serta industri manufaktur.
Kolaborasi ini juga melibatkan Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional untuk memperluas jaringan pasar global. Pihak kementerian mengapresiasi dukungan berbagai mitra perusahaan otomotif hingga manufaktur makanan dalam mengembangkan bakat lokal.
Fasilitas pendidikan internasional diharapkan mampu melahirkan talenta unggul yang siap terjun langsung ke berbagai sektor produktif. Pengetahuan teknis yang dipadukan dengan wawasan global akan mempercepat transformasi industri menuju arah yang lebih modern.
Sejumlah perguruan tinggi ternama seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Brawijaya berhasil menunjukkan prestasi yang sangat membanggakan. Keberhasilan para mahasiswa ini menjadi bukti nyata efektivitas program pembinaan talenta yang dijalankan secara berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi komitmen Universitas Hiroshima, para mitra industri, serta institusi pendidikan yang terus mendukung pengembangan generasi muda Indonesia. Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan melahirkan talenta-talenta industri yang unggul,” kata Faisol.
Pemerintah optimis bahwa kerja sama pendidikan ini akan memperkuat daya saing produk Indonesia di mata dunia. Dialog budaya yang tercipta melalui kompetisi esai turut mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat kedua negara tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....