Perkuat Alutsista, Komisi I: Indonesia Harus Naik Kelas
- 10 Feb 2026 10:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh menegaskan, Indonesia tidak boleh ketergantungan produk luar negeri dalam memperkuat alutsista. Ke depannya, Indonesia harus mampu menjadi eksportir alat pertahanan ke luar negeri.
Ia pun menyinggung, UU Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Ia menekankan poin terkait kewajiban penggunaan produk dalam negeri.
“Kita tidak boleh terus-menerus berada pada posisi pembeli berbagai produk sistem pertahanan dari luar negeri. Indonesia harus naik kelas menjadi produsen dan bahkan eksportir alat pertahanan,” kata Soleh dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.
Soleh mengungkapkan, upaya memperkuat industri pertahanan dalam negeri bisa dilakukan dalam berbagai tahapan. Di antaranya, optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap pengadaan alutsista.
"Diperlukan juga 'roadmap' jangka panjang industri pertahanan nasional yang terintegrasi antara Kementerian Pertahanan, BUMN, swasta, dan lembaga riset. Dibutuhkan pula insentif fiskal dan non-fiskal, termasuk kemudahan pajak dan dukungan riset dan pengembangan (R&D)," ucap Soleh.
Selanjutnya, kata Soleh, pentingnya 'transfer of technology' (ToT) yang terukur. ToT tersebut, bukan sekadar perakitan, tetapi penguasaan desain dan rekayasa.
“Namun yang harus kita dorong ke depan adalah agar pembiayaan tidak hanya untuk membeli produk jadi. Tetapi memperbesar kapasitas produksi nasional dan investasi teknologi,” ujar Soleh.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan alasan membeli alat utama sistem senjata (alutsista) seperti helikopter dan hercules. Keberadaan alutsista, tidak semata untuk pertahanan tetapi membantu mobilitas atau membawa bantuan ketika ada bencana.
"Mungkin beberapa tahun yang lalu tidak ada yang bisa perkirakan bahwa negara kita mampu mengerahkan 50 helikopter. Sekarang 50 helikopter sedang bergerak di daerah musibah," kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Puncak HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat 5 Desember 2025.
Saat terjadi banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, pemerintah mengerahkan pesawat hercules dan helikopter untuk membawa bantuan. Kondisi jalur darat yang putus sehingga jalur udara dinilai efektif dan cepat dalam mendistribusikan bantuan.
Presiden Prabowo mengatakan Indonesia itu berada di kawasan Ring of Fire, yang rawan gempa, erupsi dan tsunami. Oleh sebab itu, negara harus siap dan menjadi tantangan dalam menghadapi kondisi terburuk.
"Minggu ini helikopter baru datang lima buah dan terus berdatangan. Saya sudah perintahkan mulai Januari tahun depan, kita akan datangkan 200 helikopter di RI ini," ujarnya.
Presiden Prabowo mengatakan rakyat telah merasakan keberadaan alutsista yang tangguh terutama saat dilanda musibah. Pemerintah dapat merespon dengan cepat untuk penangananan bencana.
"Kita buktikan rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, reaksi pemerintah mengatasi masalah. Kita sudah buktikan sekarang, rakyat melihat ada musibah di bagian dari wilayah tanah air kita, tapi alat-alat negara segera hadir," katanya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....