Dokter Magang Jatuh dari Lantai 18 Kalibata City, Komisi X DPR Sorot Tajam Hal Ini

  • 29 Jul 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi X DPR RI geleng-geleng kepala, kasus dokter internship (magang) meregang nyawa kembali terjadi di Indonesia. Parlemen menyorot, kasus dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira yang jatuh dari lantai 18, di Apartemen Kalibata City
  • Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad meminta, kepolisian mengusut tuntas kasus meninggalnya dokter internship tersebut. Penyelidikan tersebut, harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
  • Harus dipastikan apakah korban meninggal karena kecelakaan akibat terpeleset dan jatuh, atau memang sengaja mengakhiri hidupnya. Jika benar bunuh diri, apa faktor yang melatarbelakanginya juga harus diungkap secara terang-benderang

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi X DPR RI geleng-geleng kepala, kasus dokter internship (magang) meregang nyawa kembali terjadi di Indonesia. Parlemen menyorot, kasus dokter internship, dr. Siti Zahra Maghfira yang jatuh dari lantai 18, di Apartemen Kalibata City, Jakarta.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad meminta, kepolisian mengusut tuntas kasus meninggalnya dokter internship tersebut. Penyelidikan tersebut, harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Harus dipastikan apakah korban meninggal karena kecelakaan akibat terpeleset dan jatuh, atau memang sengaja mengakhiri hidupnya. Jika benar bunuh diri, apa faktor yang melatarbelakanginya juga harus diungkap secara terang-benderang," kata Habib Syarief dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Habib Syarief, pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat. Sekaligus, memberikan keadilan bagi keluarga korban dokter magang tersebut.

Ia pun menyoroti, data dari Asosiasi Program Internship Dokter Indonesia dan Program Internsip Dokter Gigi Indonesia (Asosiasi PIDI-PIDGI). Organisasi tersebut mencatat, sedikitnya enam dokter internship meninggal dunia dalam kurun Februari hingga Juli 2026.

Menurutnya, rentetan kasus tersebut tidak bisa dianggap sebagai peristiwa yang berdiri sendiri. "Enam dokter internship meninggal hanya dalam waktu sekitar lima bulan merupakan angka yang sangat memprihatinkan, ini harus menjadi perhatian serius," ucapnya.

Oleh karena itu, Habib Syarief mendesak, pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pendidikan kedokteran, khususnya program internship. Pemerintah dimintanya, harus mengkaji apakah beban kerja hingga sistem pembinaan.

"Kesehatan mental peserta, lingkungan kerja, hingga mekanisme pendampingan selama menjalani internship sudah berjalan dengan baik. Jangan sampai ada persoalan sistemik yang selama ini luput dari perhatian," ujarnya.

Lalu, Habib Syarief menuturkan, negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap peserta pendidikan profesi dokter mendapatkan lingkungan belajar yang aman dan sehat. Sekaligus, manusiawi dan bebas dari tekanan yang dapat membahayakan keselamatan maupun kesehatan mental mereka.

"Program internship bertujuan mencetak dokter yang profesional dan kompeten, bukan justru menempatkan peserta pada kondisi yang mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang," katanya.

Diketahui, dokter magang dr. Siti Zahra Maghfira, ditemukan tewas setelah jatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Minggu, 26 Juli 2026. Dia diketahui sedang menjalani Program Internship di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....