TNI Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatra Jelang Ramadan

  • 10 Feb 2026 07:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak akan mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatra menjelang Ramadan. Upaya tersebut difokuskan pada hunian sementara, infrastruktur penghubung, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Maruli menyatakan percepatan pemulihan dilakukan agar masyarakat segera kembali beraktivitas normal. Pemerintah juga menargetkan pembangunan hunian sementara dapat segera dimaksimalkan.

"Saya pikir juga kita akan terus percepat, ya, saya meyakinilah. Untuk huntara maksimal bisa kita kerjakan, kalau saya kebetulan fokus di jembatan, saya kira yang utama sudah bisa kita selesaikan," ujar Maruli usai menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 9 Februari 2026.

Selain hunian sementara, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas penting, terutama jembatan yang rusak akibat bencana. Infrastruktur tersebut dinilai Maruli vital untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

"Dalam satu bulan setengah ini, hampir 40-an (jembatan) bailey, 50-an (jembatan) armco, 19 jembatan gantung," katanya. Pembangunan jembatan darurat, lanjutnya, dilakukan untuk mempercepat akses antarwilayah terdampak.

Maruli mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih juga menjadi perhatian dalam proses pemulihan. Pemerintah mengerahkan mobil tangki air dari berbagai kementerian dan lembaga untuk mendukung kebutuhan warga.

Sektor pendidikan di wilayah terdampak juga mulai berangsur pulih seiring perbaikan fasilitas pendukung. Sejumlah sekolah disebut telah kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar.

"Terus sekolah-sekolah kan sudah mulai masuk, sudah ada yang masuk, saya pikir berjalan dengan baik," ucap Maruli. Pemerintah berharap proses pemulihan terus berjalan optimal menjelang Ramadan.

Sementara itu, Menteri Dalam negeri, Tito Karnavian menyampaikan pemulihan layanan kelistrikan di wilayah bencana Sumatra mencapai 99 persen. Hal tersebut disampaikan Tito di Kantor  Kemendagri Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.

"Capaian tersebut menjadi indikator  proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana terus menunjukkan perkembangan positif," katanya. Tito menyampaikan berbagai sektor layanan publik lainnya juga menunjukkan kemajuan signifikan.

Pemerintah memastikan sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat secara bertahap telah kembali berjalan. “Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....