DPR Nilai Cuaca Ekstrem jadi Ancaman Lintas Negara

  • 08 Feb 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Nasir Djamil menyoroti, bencana banjir besar yang melanda sejumlah kota di Amerika Serikat. Hingga, hujan ekstrem dan bencana hidrometeorologi yang berulang di Indonesia 

Menurut anggota Komisi III DPR ini, peristiwa tersebut mencerminkan bagaimana cuaca ekstrem telah menjadi ancaman lintas negara. Bencana tersebut, tidak lagi bisa dipandang sebagai kejadian insidental. 

“Bencana memang bersumber dari alam, tetapi ketika manusia gagal mengelolanya dengan baik, dampaknya bisa jauh lebih besar. Bahkan, bisa berdampak merusak sendi-sendi kehidupan,” kata Nasir dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 8 Februari 2026. 

Ia menekankan, tantangan utama saat ini bukan semata soal fenomena alam. Melainkan, bagaimana manusia, melalui kebijakan dan regulasi, mampu mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab. 

"Agar cuaca ekstrem tidak bermuara pada bencana kemanusiaan. Regulasi yang mengatur pengelolaan sumber daya alam memegang peran kunci dalam upaya mitigasi bencana," kata Nasir. 

Aturan tersebut, menurutnya, harus memastikan adanya keterlibatan aktif manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sekaligus, mencegah eksploitasi berlebihan yang berpotensi memperparah dampak cuaca ekstrem. 

“Regulasi pengelolaan sumber daya alam, termasuk peran manusia di dalamnya, menjadi sangat penting. Energi sinergi dan kolaborasi menghadapi bencana tidak boleh berhenti sebagai wacana atau sekadar dokumen kebijakan,” ujar Nasir. 

Diketahui, Sekitar puluhan ribu warga di negara bagian Washington, Amerika Serikat, diperintahkan mengungsi pada Kamis (11/12/2025) setelah berhari-hari hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Hujan berkepanjangan itu menyebabkan sungai meluap, tanah longsor, dan memicu situasi darurat di berbagai daerah, dilansir dari CBS News.

Gubernur Bob Ferguson memperingatkan bahwa kondisi ini bisa bersifat historis dan menegaskan bahwa nyawa penduduk berada dalam ancaman. Ia telah menetapkan keadaan darurat di seluruh negara bagian.

Skagit County memerintahkan seluruh warga di dataran banjir Sungai Skagit, sekitar 78.000 orang, untuk segera meninggalkan rumah mereka. Otoritas negara bagian memperkirakan banjir besar akan melanda banyak wilayah.

Mereka meminta bantuan tambahan berupa tim penyelamat air, perahu, dan pengerahan ratusan anggota Garda Nasional. Meskipun level air di Concrete lebih rendah, pihak berwenang menegaskan bahaya tetap tinggi karena aliran air ke wilayah hilir diprediksi semakin kuat.

Kota Mount Vernon mengerahkan tim untuk mengetuk pintu rumah warga di daerah rendah guna menyampaikan perintah evakuasi. Sementara itu, di Sumas beberapa warga diselamatkan dari rumah mereka yang sudah terendam.

Hujan yang terus mengguyur juga menyebabkan penutupan jalan, penyelamatan air di berbagai wilayah, dan penghentian perjalanan kereta. Beberapa area di Pegunungan Cascade bahkan menerima hingga enam inci hujan dalam 24 jam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....