DPR Nilai PHE Berpotensi Perkuat Pengelolaan Blok Masela
- 20 Jul 2026 19:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo menilai PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berpotensi memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku
- Menurutnya pengalaman PHE dalam mengelola sektor hulu minyak dan gas bumi menjadi modal penting untuk mendukung pengembangan proyek tersebut
- Ia mengatakan keterlibatan PHE dengan hak partisipasi sebesar 20 persen di Blok Masela diharapkan tidak hanya sebatas kepemilikan saham
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI Sartono Hutomo menilai PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berpotensi memberikan kontribusi besar dalam pengelolaan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela di Maluku. Menurutnya pengalaman PHE dalam mengelola sektor hulu minyak dan gas bumi menjadi modal penting untuk mendukung pengembangan proyek tersebut.
"PHE berpotensi memberi kontribusi besar. Karena memiliki pengalaman mengelola proyek hulu migas nasional," kata Sartono, Senin, 20 Juli 2026.
Ia mengatakan keterlibatan PHE dengan hak partisipasi sebesar 20 persen di Blok Masela diharapkan tidak hanya sebatas kepemilikan saham. Tetapi juga memberikan nilai tambah melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), keterlibatan industri nasional, transfer teknologi, serta pengendalian biaya proyek.
Sartono juga menilai PHE memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Ini untuk mendukung aspek teknis, lingkungan, dan komersial dalam pengembangan lapangan gas tersebut.
Meski demikian, ia mengingatkan Blok Masela merupakan proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) berskala global yang menuntut penerapan standar lingkungan, sosial. Dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance atau ESG), serta daya saing yang tinggi.
Menurutnya, penguatan kolaborasi teknologi dan tata kelola menjadi faktor penting agar proyek tetap berkelanjutan. Serta mampu bersaing di pasar LNG internasional.
Sartono berharap pengembangan Blok Masela dengan cadangan gas sekitar 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan kapasitas produksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun dapat memperkuat ketahanan energi nasional. Lalu eningkatkan penerimaan negara, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha menilai keterlibatan Pertamina melalui PHE berpotensi meningkatkan produksi migas nasional. Sekaligus memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara melalui skema bagi hasil.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). Ini yang menandai dimulainya fase baru pengembangan proyek setelah sempat tertunda selama hampir tiga dekade.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proyek dengan nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS tersebut diperkirakan memberikan penerimaan negara hingga 37,8 miliar dolar AS. Serta kontribusi pajak tidak langsung sekitar 6,43 miliar dolar AS.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....