Titiek Soeharto Dorong Program Swasembada Pangan Diperluas
- 08 Feb 2026 03:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendorong pemerintah memperluas program swasembada pangan nasional. Menurutnya, swasembada pangang tidak hanya terbatas pada beras dan jagung, tetapi juga komoditas strategis lain seperti bawang putih, kedelai, gula, dan garam.
“Saya mendorong untuk swasembada bawang putih sama kedelai,” kata Titiek usai menghadiri Talkshow Panen Fest 2026 di Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026m
Titiek menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan mampu memenuhi kebutuhan bawang putih, kedelai, gula, garam. Serta berbagai jenis bawang dari produksi dalam negeri.
Mengingat, lanjutnya, selama ini komoditas tersebut masih sangat bergantung pada impor. Menurut Titiek, penguatan produksi nasional merupakan langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Hal ini, sekaligus untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan dan merata bagi masyarakat. Ia menekankan bahwa upaya menekan impor kedelai harus dimulai dengan peningkatan penanaman di dalam negeri.
Hal itu dinilai penting agar kebutuhan bahan baku pangan, seperti tempe, dapat dipenuhi dari hasil panen petani Indonesia sendiri. Titiek menegaskan pengalaman kegagalan dalam budi daya kedelai tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pengembangan.
Sebaliknya, kegagalan tersebut harus dijadikan pembelajaran untuk terus memperbaiki pola tanam. Salah satunya, melalui pendampingan dan riset berkelanjutan.
“Kalau pernah gagal, jangan gagal terus berhenti, harus diulang lagi. Kita banyak akademisi dari universitas yang bisa menemukan. Enggak perlu kita bibit impor, yang lokal aja, karena sesuai dengan iklim Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi telah meneliti dan menghasilkan bibit kedelai unggul yang sesuai dengan kondisi iklim dan karakter tanah di Indonesia. Oleh karena itu, ketergantungan terhadap bibit impor dinilai tidak lagi mutlak diperlukan.
Titiek juga menilai penelitian memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan budi daya pertanian di berbagai daerah. Sehingga peningkatan produksi kedelai nasional dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Terkait target waktu, Titiek berharap swasembada komoditas selain beras dapat tercapai secepat mungkin. Terutama untuk bawang putih dan kedelai yang saat ini memiliki tingkat impor cukup tinggi.
Ia menegaskan percepatan swasembada pangan harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat, melalui peningkatan produksi dalam negeri, penguatan riset. Serta sinergi antara pemerintah, petani, dan akademisi.
“Terutama bawang putih ya, impornya banyak, yang menikmati impor-impor itu kemarin sudah kebanyakan. Jadi sekarang kita benar-benar kerja untuk rakyat,” katanya.
Sebagai informasi, Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2025, dengan kemampuan memenuhi kebutuhan beras nasional tanpa impor. Keberhasilan tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu 7 Januari 2026 lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....