Bendungan Jlantah Jateng Jadi Andalan Jaga Pasokan Air saat Musim Kemarau
- 21 Jul 2026 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bendungan Jlantah menjadi andalan menjaga ketersediaan air saat musim kemarau akibat El Nino di Karanganyar
- Bendungan memiliki kapasitas tampung 11,82 juta meter kubik dan melayani irigasi seluas 1.494 hektare
- Bendungan menyediakan air baku 150 liter per detik sehingga cakupan layanan air minum di tiga kecamatan mencapai 100 persen
RRI.CO.ID, Jakarta – Bendungan Jlantah menjadi andalan menjaga ketersediaan air saat musim kemarau akibat El Nino di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jateng. Bendungan yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat, 10 Juli 2026.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bendungan merupakan infrastruktur strategis menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. Menurutnya, manfaat bendungan baru benar-benar dirasakan ketika air mengalir hingga lahan pertanian dan dimanfaatkan masyarakat.
"Swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar sampai kepada rakyat. Bendungan adalah hulu dari pelayanan itu,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 21 Juli 2026.
Bendungan Jlantah ini memiliki kapasitas tampung mencapai 11,82 juta meter kubik dengan luas genangan seluas 54,77 hektare. Infrastruktur tersebut juga mampu mereduksi banjir pada area persawahan seluas 87 hektare di Kabupaten Karanganyar.
Melalui jaringan irigasi, bendungan tersebut mendukung ketahanan pangan melalui layanan jaringan irigasi yang menjangkau lahan seluas 1.494 hektare. Sebanyak 806 hektare di antaranya telah terlayani melalui jaringan yang tersebar pada 15 daerah irigasi (DI).
Ketersediaan air dari bendungan ini juga meningkatkan indeks pertanaman petani dari 172 persen menjadi 272 persen. Kondisi tersebut memungkinkan petani melakukan penanaman lebih sering dalam satu tahun dibandingkan sebelumnya.
Selain itu, masih terdapat potensi pengembangan irigasi seluas 688 hektare yang tersebar pada 20 DI. Kemudian, bendungan tersebut juga mendukung program cetak sawah melalui saluran induk Jlantah seluas 229,90 hektare.
Bendungan Jlantah ini menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik untuk meningkatkan layanan air minum masyarakat. Sehingga, cakupan layanan di tiga kecamatan meningkat dari sebelumnya 20 persen menjadi 100 persen.
Infrastruktur tersebut juga mendukung kebutuhan air domestik dengan proyeksi swasembada air mencapai 71,41 persen pada 2040. Selain itu, bendungan memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 10,625 megawatt untuk mendukung swasembada energi.
Pembangunan Bendungan Jlantah tersebut dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo sejak 2019 hingga 2024. Proyek bernilai Rp1,02 triliun tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang menghadapi krisis air saat musim kemarau El Nino.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....