Anak di Bawah Umur Sering Palsukan Usia di Media Sosial, Ini Sebabnya
- 07 Feb 2026 16:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Psikologi Rose Mini membeberkan alasan maraknya anak di bawah umur yang memalsukan kriteria usia di sosial media. Menurutnya, anak cenderung ingin membuka sesuatu yang belum tentu kayak oleh anak tersebut.
"Kalau dia bisa memasulkan usianya, dia akan kemudian terlihat seolah-olah memiliki usia yang sudah layak. Sudah layak dalam artinya untuk mendapatkan apa yang dia cari itu," katanya dalam wawancara bersama RRI PRO3, Sabtu, 7 Februari 2026.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeluarkan PP Tunas (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025). PP Tunas ini merupakan sebuah regulasi pemerintah untuk melindungi anak di ruang digital.
Namun kenyataannya, pemerintah lupa untuk mensosialisasikan PP tersebut kepada masyarakat di Indonesia. Sehingga sebagian banyak masyarakat khususnya orang tua tidak tahu tentang adanya PP tersebut.
"Terutama sosialisasi pada orang tua. Karena pada saat sosialisasi pada orang tua, mereka kemudian menyadari betapa pentingnya pendampingan anak ini," ujarnya.
Ia juga menyoroti sikap sebagian orang tua yang terkadang kurang konsisten dalam melakukan pengawasan. Dalam kondisi sibuk atau merasa kerepotan, sebagian orang tua justru memilih langsung mengizinkan permintaan anak untuk mengakses konten tertentu.
Padahal permintaan izin tersebut seharusnya dipahami sebagai bentuk sistem perlindungan bagi anak. Bukan sebagai beban yang mengganggu aktivitas orang tua.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan perhatian serius terhadap fenomena manipulasi usia di media sosial. Kini tengah dipersiapkan teknologi untuk mencegahnya.
Praktik ini dinilai mengkhawatirkan, karena membuka celah bagi anak di bawah umur terhadap kejahatan digital. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mencari solusi teknis yang lebih konkret.
"Kalau kita masuk ke platform tertentu ditanya usia berapa, kan kita bisa scroll tahun berapa atau tanggal lahirnya. Kita sudah berkolaborasi dengan sejumlah platform untuk mendorong mereka memberikan solusi teknologi," ucapnya.
Ia menekankan bahwa sekadar memberikan imbauan mengenai batasan umur tanpa dukungan teknologi terbukti menghadapi banyak kendala di lapangan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai platform digital terus didorong agar mereka segera menerapkan inovasi keamanan yang lebih mumpuni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....