Tragedi Siswa SD di NTT Dinilai Cermin Masalah Nasional
- 06 Feb 2026 10:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tragedi meninggalnya siswa SD di NTT dinilai tidak boleh dipandang sebagai kasus daerah semata. Pengamat Kebijakan Publik Dr. Genius Umar menyebut peristiwa ini mencerminkan masalah pelayanan publik nasional.
“Membingkai ini sebagai masalah daerah tertinggal adalah kekeliruan,” ujar Genius dosen Mata Kuliah Problematika Pelayanan Publik, Magister Administrasi Publik, Universitas Negeri Padang (UNP) ini kepada RRI.CO.ID, Jumat, 6 Februari 2026. Menurutnya, tragedi tersebut bisa terjadi di wilayah lain.
“Jika satu anak bisa terlepas dari jaring pelayanan publik, banyak anak lain berada dalam risiko serupa,” kata Genius.
Ia menilai pelayanan publik di Indonesia masih bersifat reaktif. Negara, menurutnya, baru bergerak setelah tragedi terjadi. “Pelayanan publik kita bergerak setelah korban jatuh atau kasus viral,” ujarnya.
Ia menekankan pelayanan publik seharusnya hadir sebelum terlambat. Pendekatan preventif dan empatik dinilai masih lemah.
Genius juga menyoroti minimnya pendekatan psikososial dalam layanan pendidikan. “Pelayanan sosial tidak cukup hanya bantuan material,” katanya.
Menurutnya, kondisi mental dan emosional anak miskin sering luput dari perhatian. Ia menilai keterlibatan psikolog dan pendamping profesional sangat penting.
“Perubahan emosi dan ekspresi keputusasaan anak adalah sinyal serius,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan negara tidak diukur dari banyaknya program. “Ukuran keberhasilan negara adalah perlindungan terhadap warga paling lemah,” katanya.
Sementara itu, pemerintah pusat menyatakan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Pemerintah menyebut akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Evaluasi program perlindungan anak juga akan dilakukan. Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat pelayanan sosial yang bersifat pencegahan.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena lantang menegaskan Pemprov NTT dan Pemkab Ngada gagal dalam mengurus warganya. Menurutnya, peristiwa ini menjadi alarm serius jajarannya dalam mengurusi masyarakat.
"Ini kan kita tidak tahu apa yang salah, tapi peranata sosial kita berarti gagal urus model beginian. Pemerintahan kita juga gagal, provinsi sama, Kabupaten Ngada juga sama," katanya saat memberi sambutan dalam peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu, 4 Februari 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....