Open House Sekolah Rakyat Lombok Tampilkan Drama Berbahasa Inggris

  • 11 Jul 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Open house Sekolah Rakyat Lombok menampilkan drama Putri Mandalika berbahasa Inggris
  • Penampilan siswa menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berbahasa asing
  • Mensos menyebut Sekolah Rakyat membentuk karakter, keterampilan, dan prestasi siswa
  • Seleksi siswa dilakukan melalui penjangkauan berbasis DTSEN, bukan pendaftaran umum
  • Orang tua menyambut positif program Sekolah Rakyat sebagai akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu

RRI.CO.ID, Jakarta - Penampilan drama "Putri Mandalika" berbahasa Inggris menjadi salah satu atraksi yang memeriahkan kegiatan open house Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat 10 Juli 2026. Kegiatan tersebut digelar untuk memperkenalkan proses pembelajaran kepada orang tua dan calon siswa.

Drama tersebut diperankan siswa dari SRMP 18 Lombok Barat, Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 3 Lombok Timur, SRD 4 Lombok Barat, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur. Para siswa tampil percaya diri menggunakan dialog berbahasa Inggris dan mengenakan kostum yang menggambarkan legenda Putri Mandalika.

Selain drama, para siswa juga menampilkan yel-yel, tarian tradisional, baris variasi, pencak silat, paduan suara, pembacaan puisi, serta pidato menggunakan bahasa Arab, Inggris, dan Jepang. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para orang tua, calon siswa, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan perkembangan para siswa terlihat setelah mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Menurutnya, siswa kini tampil lebih percaya diri dan mulai menunjukkan berbagai prestasi.

"Alhamdulillah anak-anakku setelah satu tahun memperoleh pembelajaran, sekarang sudah tampak lebih percaya diri, semangat, optimis untuk meraih cita-citanya, dan saya lihat juga, Alhamdulillah sudah ada yang berprestasi," kata Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangannya.

Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan akademik. Program tersebut juga dirancang untuk membentuk karakter serta mengembangkan keterampilan para siswa.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara umum. Seleksi calon siswa dilakukan melalui proses penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sekolah Rakyat menjangkau keluarga-keluarga yang belum beruntung, keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan, keluarga yang berada di desil satu," ucapnya.

Menurut Gus Ipul, program Sekolah Rakyat merupakan bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto kepada keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena itu, ia meminta para calon siswa memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

"Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, manfaatkan kesempatan ini untuk meraih cita-citamu, sebagai persembahan dari Bapak Presiden Prabowo," ucapnya.

Gus Ipul juga mengingatkan kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, serta tenaga kependidikan untuk menjalankan tugas secara profesional. Ia berharap penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan sesuai tujuan tanpa adanya penyimpangan.

"Sehingga tujuan daripada penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini bisa benar-benar direalisasikan, yaitu melahirkan anak-anak yang tangguh, pintar, berkarakter, dan memiliki keterampilan," katanya.

Open house tersebut juga meningkatkan keyakinan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat. Salah satunya Jannah, ibu dari M. Faturrohman, calon siswa SRMP 18 Lombok Barat.

Jannah mengaku selama ini kesulitan membiayai pendidikan anaknya karena penghasilan suaminya sebagai nelayan tidak menentu. Kehadiran Sekolah Rakyat dinilai menjadi harapan baru bagi keluarganya.

"Dan saya berterima kasih sekali kepada Pak Presiden Prabowo, karena adanya sekolah ini, anak kami bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa mencapai cita-citanya," ucap Jannah.

Kementerian Sosial menyebut saat ini terdapat lima titik Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi di Nusa Tenggara Barat. Rinciannya dua sekolah di Kabupaten Lombok Timur, dua di Kabupaten Lombok Barat, dan satu sekolah di Kabupaten Sumbawa.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen selesai pada bulan ini. Dengan tambahan fasilitas tersebut, jumlah siswa yang memperoleh layanan pendidikan melalui Sekolah Rakyat diharapkan terus bertambah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....