Legislator Minta Satgas Saber Pangan Tekan Permainan Harga
- 05 Feb 2026 17:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta Satgas Saber Pangan Tahun 2026 bekerja maksimal menekan permainan harga pangan. Permintaan itu disampaikan menjelang meningkatnya kebutuhan pangan pada hari besar keagamaan nasional (HKBN).
Rajiv menilai momentum HKBN kerap dimanfaatkan oknum untuk menimbun bahan pangan strategis. Menurutnya, praktik tersebut dapat mengganggu pasokan dan mendorong kenaikan harga yang merugikan masyarakat.
"Saya minta satgas mampu sapu bersih dan menjaga stabilitas pasokan. Serta menghentikan praktik penimbunan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang membuat masyarakat resah karena harga-harga naik secara tidak wajar,” ucap Politisi Fraksi Nasdem itu dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Legislator menilai keberadaan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Satgas Saber Pangan) berperan penting menjaga stabilitas harga pangan. Anggota DPR asal Dapil Jawa Barat II itu menyebut satgas efektif dalam menekan spekulasi dan penyimpangan distribusi.
“Selama ini keberadaan satgas seperti saber pangan ini mampu mampu mencegah lonjakan harga yang tidak wajar. Mulai dari menggerebek gudang penimbunan, maupun memberi sanksi tegas pedagang curang,” kata Rajiv.
Namun, ia juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan strategis melalui penguatan cadangan pemerintah. Serta, melakukan percepatan distribusi ke daerah rawan yang berpotensi kekurangan pasokan.
Rajiv menekankan stabilitas harga harus dijaga menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemetaan wilayah rawan termasuk daerah bencana dan 3T perlu dilakukan pemerintah.
“Pemerintah tetap harus melakukan pemetaan, memperkuat cadangan pangan dan mempercepat distribusi. Terutama ke daerah-daerah rawan seperti lokasi bencana atau 3 T,” ucapnya.
Ia juga mendorong transparansi data stok dan harga pangan secara real time. Sebab, transparansi dinilai membantu pemerintah merespons gejolak harga secara cepat dan terukur.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Selatan menyatakan, pengawasan menjadi langkah awal untuk menjaga stabilitas harga. Selain itu, juga memastikan stok pangan tersedia cukup hingga Ramadhan dan Idulfitri.
“Kami melakukan sidak di beberapa pasar tradisional di Kota Palembang untuk memastikan harga-harga bahan pokok tetap stabil. Serta ketersediaan stok pangan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan,” ujar Kombes Pol Doni Satrya Sembiring.
Dalam pemantauan tersebut, petugas menyisir harga komoditas utama yang paling dibutuhkan warga. Mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga kebutuhan pokok lainnya.
“Hasil pantauan sementara, harga pangan masih dalam kondisi normal. Stok beras, minyak goreng, dan gula juga masih aman sejauh ini,” ucapnya.
Meski situasi masih terkendali, Polda Sumsel menegaskan pengawasan tidak akan berhenti. Aparat akan terus memantau pergerakan harga karena lonjakan biasanya terjadi mendekati awal puasa hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....