Komisi X DPR Ungkap Banyak Perguruan Tinggi Swasta Cari Mahasiswa
- 03 Feb 2026 10:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi mengungkapkan, banyak perguruan tinggi swasta (PTS) berada dalam kondisi sulit. Menurutnya, tidak sedikit PTS berjuang keras untuk mendapatkan mahasiswa baru di tengah persaingan yang semakin ketat.
Pernyataan tegas politikus PKB ini, sekaligus merespons rencana pemerintah memboyong 10 universitas di Inggris ke Indonesia. “Kita harus jujur melihat kondisi di lapangan, banyak kampus swasta yang mati-matian mencari mahasiswa, bahkan kesulitan memenuhi kuota,” kata Hilman dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Salah satu faktor utama yang memperberat kondisi PTS, menurutnya, kebijakan perguruan tinggi negeri (PTN). Banyak PTN membuka kampus di berbagai daerah serta menetapkan kuota penerimaan mahasiswa dalam jumlah besar.
“PTN membuka kampus di daerah-daerah dengan kuota yang sangat besar. Akibatnya, banyak calon mahasiswa tersedot ke kampus negeri, dan ini berdampak langsung pada keberlangsungan kampus swasta,” ucap Hilman.
Ke depannya, ia meminta, pemerintah memastikan kebijakan menghadirkan kampus asing benar-benar bersifat komplementer. Jadi, bukan lagi kompetitif secara destruktif.
“Jangan sampai niat baik memajukan pendidikan justru menimbulkan ketimpangan baru. Mengorbankan perguruan tinggi nasional yang selama ini juga berkontribusi besar bagi pendidikan bangsa,” ujar Hilman.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris mendirikan 10 universitas berstandar dunia di Indonesia. Presiden Prabowo menyebut kerja sama pendidikan menjadi langkah strategis untuk mengejar kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Kita ingin mengajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak kerja sama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak universitas. Mereka juga sudah punya kampus di kita, ada di Singosari, ada di Bandung, di bidang yang kita butuh, bidang digital, bidang teknologi," ucap Presiden Prabowo dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa 20 Januari 2026.
"Jadi kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya. Agar sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Presiden.
Dalam pengantar pertemuan, Presiden mengungkapkan Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga medis yang cukup besar. Presiden mencatat kebutuhan dokter dan dokter gigi nasional belum terpenuhi secara optimal.
“Kami hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter setiap tahunnya, entah berapa tahun lagi, dan pada saat kami mencapai 140 ribu dokter. Semakin banyak dokter yang akan pensiun, jadi ini adalah sesuatu yang harus kami lakukan dengan rencana strategis,” ujar Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....