BGN Identifikasi Kesalahan Prosedur Dalam Kasus Keracunan MBG

  • 03 Feb 2026 09:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Bogor - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengidentifikasi adanya kesalahan  prosedur dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus, Jawa Tengah. Hal tersebut mengakibatkan keracunan massal di Sekolah Menengah Atas Negeri 2, Kudus, Jawa Tengah. 

"Dia mengambil bahan baku jadi dari luar sehingga tidak terawasi cara masaknya. Kita akan berikan peringatan cukup keras hal tersebut,"kata Prof Dadan kepada wartawan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.

BGN telah menurunkan tim untuk investigasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia MBG. BGN  memberi kartu kuning kepada sejumlah SPPG dan menutup operasional dapur untuk waktu yang lama.

"Ada SPPG yang akan kita berikan lampu kuning atau kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat. Kita akan evaluasi dan mungkin akan distop untuk sementara agak lama yang diberikan kartu kuning,"katanya menegaskan. 

BGN juga akan melakukan evaluasi terhadap menu-menu yang disajikan sehingga keracunan tidak terulang di masa mendatang. BGN akan membuat surat edaran (SE) terkait menu MBG. 

"Jadi beberapa menu mungkin harus kita hindarkan supaya kejadian tidak terulang kembali. Saya kira kami akan membuat edaran supaya program makan bergizi bisa berjalan lebih aman,"ujarnya.

Dalam surat edaran tersebut, BGN akan mengumumkan beberapa menu yang harus dihindari oleh SPPG. Menurutnya ada menu yang aman dikonsumsi di kelompok kecil namun untuk dikonsumsi dalam jumlah lebih besar maka harus ada pengawasan ketat.

"Ketika menjadi kelompok besar itu harus dengan quality control yang lebih saksama supaya tidak terbentuk zat-zat yang berbahaya. Seperti misalnya nitrosamin, dengan kandungan-kandungan yang tinggi yang menyebabkan penerima manfaat mengalami kesakitan,"ujarnya menerangkan.

Dadan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian keracunan massal di SMA 2 Kudus atas kejadian keracunan massal. "Saya sebagai kepala Badan Gizi Nasional meminta maaf kepada para penerima manfaat yang mengalami kejadian yang kurang menyenangkan,"kata Dadan. 

Sebelumnya, ratusan siswa dilarikan ke sejumlah rumah sakit usai diduga menyantap MBG, Kamis 29 Januari 2026. Siswa mengalami gejala mual, muntah, dan pusing, kini kondisi siswa sudah membaik karena penangan cepat dari medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....