Perkuat Stok Nasional, Bulog Luncurkan Serapan Gabah di NTB
- 01 Feb 2026 14:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Lombok – Bulog menggelar Panen Raya Perdana sekaligus peluncuran serapan gabah petani di Nusa Tenggara Barat, Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini sendiri menjadi awal penguatan target serapan nasional empat juta ton setara beras pada tahun 2026.
Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya menjalankan penugasan strategis negara. Penugasan itu mencakup penyerapan gabah, stabilitas pasokan, dan pengendalian harga pangan.
“Bulog memastikan hasil panen petani terserap optimal melalui serapan gabah masif. Kami juga memperkuat pergudangan dan distribusi terintegrasi,” ucapnya kepada wartawan, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menilai, NTB memiliki peran strategis dalam peta pangan nasional. Pajaknya sendiri disebut siap mendukung penuh keberlanjutan ekosistem pertanian daerah.
Sementara itu, Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Eva Dewiyanti, menekankan pentingnya ketahanan pangan. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan pilar utama pembangunan daerah.
“NTB memiliki potensi besar mendukung ketahanan pangan nasional. Fokus kami memastikan hasil petani terserap dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.
Eva menambahkan, kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat. Sinergi melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan BULOG sebagai mitra strategis.
"BULOG terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Langkah ini dilakukan agar proses serapan gabah berjalan lancar dan tepat sasaran," katanya.
Untuk diketahui, NTB ditetapkan sebagai lokasi kegiatan karena potensi pertanian yang besar. Daerah ini merupakan salah satu sentra produksi padi nasional di luar Pulau Jawa.
Pada musim tanam 2026, luas panen padi di NTB diperkirakan mencapai ratusan ribu hektare. Produksi gabah kering panen berpotensi menyumbang jutaan ton secara nasional.
Kegiatan Panen Raya Perdana ini turut dihadiri unsur Forkopimda NTB. Hadir perwakilan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Bank Indonesia.
Melalui sinergi tersebut, NTB diharapkan memperkuat kontribusi ketahanan pangan nasional. Upaya ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....