BPOM Perkuat Pengawasan Obat Demi Keamanan Publik
- 31 Jan 2026 17:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan obat dan makanan menjadi fondasi utama dalam menjamin keamanan akses kesehatan masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan 25 tahun BPOM yang ditandai dengan penyelenggaraan BPOM Expo 2026 di kompleks Perkantoran BPOM RI, Jakarta.
Dalam momentum peringatan tersebut, BPOM mencatatkan capaian penting di tingkat global. BPOM resmi memperoleh status WHO Listed Authority (WLA) sebagai pengakuan atas kapasitasnya yang sejajar dengan lembaga regulator obat dan makanan negara maju.
“Salah satu hadiah terindah pada hari ulang tahun kali ini adalah BPOM telah sejajar dengan national regulatory authority negara maju, dengan secara resmi menjadi WHO Listed Authority,” kata Taruna Ikrar dalam keterangannya, Sabtu, 31 Januari 2026. Status tersebut menegaskan posisi BPOM sebagai regulator yang memenuhi standar internasional tertinggi.
WHO Listed Authority merupakan pengakuan global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap lembaga regulator yang telah memenuhi standar keamanan, kualitas, dan efektivitas produk obat dan makanan. Pengakuan ini dinilai menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem perlindungan konsumen di Indonesia.
Taruna menjelaskan, BPOM Expo 2026 menjadi ruang temu lintas sektor yang mempertemukan regulator, industri, akademisi, dan masyarakat. Forum ini bertujuan memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui kolaborasi dalam memastikan setiap produk obat, pangan, dan suplemen yang beredar aman, bermutu, dan berkhasiat.
Ia menambahkan, capaian status WLA juga memperkuat kredibilitas BPOM dalam menjalankan mandat perlindungan konsumen. Di sisi lain, pengakuan tersebut turut mendukung kemandirian sektor kesehatan nasional.
BPOM Expo 2026 dihadiri oleh sejumlah menteri, perwakilan asosiasi industri, akademisi internasional, serta jajaran BPOM dari seluruh Indonesia. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady menilai kolaborasi dengan BPOM menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen. Menurutnya, industri memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan mutu.
“Momentum 25 tahun BPOM mengingatkan kita bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama,” ujar Irawati Setiady. Ia menegaskan peran industri sangat penting dalam mendukung sistem pengawasan yang kuat.
BPOM Expo 2026 juga menyoroti pentingnya model kolaborasi Academic–Business–Government (ABG). Model ini dinilai efektif dalam mendorong inovasi sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang aman dan berkualitas.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berharap sinergi antara BPOM dan Kementerian Kesehatan terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan iklim investasi sektor kesehatan yang sehat tanpa mengabaikan aspek keselamatan publik.
“Dengan regulasi yang kuat dan fasilitatif, industri farmasi nasional dapat berkembang dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” kata Menkes. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri dan perlindungan masyarakat.
Peringatan HUT ke-25 BPOM tahun ini mengusung tema “Komitmen 25 Tahun Mengawal Kualitas Obat dan Makanan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menegaskan bahwa keamanan obat dan makanan merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia berkualitas dan ketahanan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....