Anggota DPR: Edukasi Publik Gagal Atasi Darurat Literasi

  • 29 Jan 2026 08:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR, Novita Hardini, menyoroti darurat kualitas sumber daya manusia dan literasi nasional yang semakin mengkhawatirkan. Politisi PDIP mengatakan fungsi edukasi publik negara mengalami kegagalan serius dalam menghadapi fenomena tersebut.

Karena itu, Novita meminta lembaga penyiaran publik seperti RRI, TVRI, dan Antara tidak hanya menyajikan acara seremonial. "Dahulu menonton TVRI atau mendengarkan RRI itu menyenangkan sekaligus mencerdaskan," ujarnya di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurut Novita, saat ini masyarakat terutama generasi muda lebih memilih konten hiburan di platform digital. "Kenapa sekarang program pendidikan yang disediakan negara kalah bersaing," ucapnya mempertanyakan.

Padahal, lanjut Novita, TVRI dan RRI pernah menjadi rujukan utama tayangan edukatif yang menarik sekaligus membangun daya pikir publik. Menurut dia, tantangan utama yang kini dihadapi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi krisis kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Karena itu saya mempertanyakan sejauh mana sinkronisasi TVRI dan RRI dengan kebutuhan darurat literasi nasional," ujar Novita. nya. "Apakah fungsi edukasi masih benar-benar dijalankan?"

Direktur Utama RRI. I. Hendrasmo, mengatakan pihaknya memiliki sejumlah program prioritas nasional yang akan terus dijalankan pada 2026. Ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan pelayanan publik seperti "Pekan Tilawatil Quran" yang menjadi tradisi RRI sejak 1960-an.

Menurut Hendrasmo, "Pekan Tilawatil Quran" menghadirkan perlombaan seni baca serta meningkatkan pemahaman terhadap Al-Quran kepada masyarakat luas. "Program ini ditujukan untuk menjaring serta mengembangkan potensi qari dan qariah terbaik di berbagai daerah," ujarnya.

Selain itu, RRI akan menyelenggarakan "RRI Festival" dengan berbagai program hiburan edukasi dan budaya. Ini akan menjadi ruang interaksi publik yang mempertemukan masyarakat dengan siaran dan aktivitas RRI.

Menurut Hendrasmo, di luar konten siaran RRI juga akan menjalankan program pengembangan kompetensi sumber daya manusia internal lembaga. "Kami sangat menyadari hal ini dan selalu berkomitmen untuk melaksanakannya," ucapnya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....