Mentan Dorong Pertanian Jadi Pilar Energi Hijau Nasional
- 29 Jan 2026 02:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya mendorong sektor pertanian sebagai pilar utama pengembangan energi hijau nasional. Hal ini disampaikan usai dirinya dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu 28 Januari 2026.
Amran menyampaikan, potensi besar sektor pertanian harus dioptimalkan untuk mendukung ketahanan energi. Hal ini sekaligus untuk mempercepat transisi menuju energi terbarukan berbasis sumber daya lokal.
“Insyaallah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” ujar Amran dalam keterangannya.
Menurutnya, sebagai negara agraris, Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Komoditas pertanian tidak hanya mampu menopang kebutuhan energi nasional, tetapi juga mendorong kemandirian energi dan memperkuat perekonomian rakyat.
Amran menjelaskan, saat ini kelapa sawit dan tebu telah menjadi sumber utama biofuel nasional. Pemerintah akan mendorong singkong sebagai energi alternatif baru yang dinilai memiliki potensi sangat besar.
“Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,” katanya.
Ia mengungkapkan, pemerintah terus memperkuat kebijakan mandatori biodiesel, termasuk implementasi B50, yang ditargetkan menekan impor solar secara signifikan. “Insyaallah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,” ujarnya.
Dengan bergabungnya Amran dalam Dewan Energi Nasional, diharapkan sinergi antara sektor pertanian dan sektor energi semakin solid. Khususnya dalam mendorong terwujudnya transisi energi yang berkelanjutan.
Kementan akan memperkuat program hilirisasi, pengembangan komoditas energi. Kementan juga akan melakukan perluasan budidaya tanaman penghasil biofuel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Langkah tersebut diyakini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani, meningkatkan daya saing nasional. Hal ini sekaligus mendukung target Indonesia menuju kedaulatan energi dan pembangunan hijau yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....