Komisi VII Dorong RRI Perluas Jangkauan Siaran Piala Dunia

  • 28 Jan 2026 17:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi VII DPR RI mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) untuk terus memperluas jangkauan siarannya, khususnya selama penyelenggaraan Piala Dunia. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Daulay, usai rapat dengar pendapat (RDP) Komisi VII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Saleh menilai, ruang-ruang kosong siaran di sejumlah wilayah harus diisi oleh kehadiran radio pemerintah. Agar informasi dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kita berharap penyiaran Piala Dunia bisa betul-betul dinikmati oleh seluruh masyarakat. Dengan begitu, keinginan Presiden agar seluruh rakyat Indonesia bergembira pada masa penyiaran Piala Dunia dapat tercapai,” ujarnya.

Selain memperluas jangkauan, Saleh juga meminta RRI menghadirkan lebih banyak program kreatif selama momen Piala Dunia. Ia menilai konten yang menarik dan inovatif dapat meningkatkan minat masyarakat untuk tetap mendengarkan radio.

Menurut Saleh, radio memiliki peran penting bagi masyarakat yang tidak sempat menonton televisi. Melalui siaran radio, masyarakat yang sedang beraktivitas di luar rumah tetap dapat memantau perkembangan skor pertandingan tim favoritnya.

“Pada momen Piala Dunia ini, perlu ada konten-konten baru yang bisa menambah daya tarik dan minat masyarakat untuk mendengarkan radio. Radio memiliki karakter khas, sehingga harus dihadirkan program-program yang atraktif,” ujarnya.

Saleh juga mendorong RRI mengembangkan program interaktif, seperti tebak skor pertandingan, guna menarik partisipasi pendengar. Ia menilai pemberian hadiah menarik dapat meningkatkan antusiasme masyarakat.

Sebelumnya, Direktur Utama LPP RRI, I. Hendrasmo, menyampaikan peran strategis RRI dalam mendukung publikasi Piala Dunia 2026. Menurutnya, Piala Dunia merupakan momentum publik global dengan daya tarik lintas usia, wilayah, dan segmen sosial.

“Bagi RRI, Piala Dunia bukan hanya momentum olahraga. Tetapi juga momentum publik global yang memiliki daya tarik lintas usia, lintas wilayah, dan lintas segmen sosial,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Hendrasmo menjelaskan penyusunan linimasa siaran yang komprehensif, mulai dari fase pra-acara, acara utama, hingga pasca-acara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan publikasi berkelanjutan sejak sebelum hingga setelah pelaksanaan Piala Dunia 2026.

Pada fase acara utama, yakni 11 Juni hingga 19 Juli 2026, RRI akan menghadirkan laporan langsung serta program “Debar” atau Dengar Bareng. Format Dengar Bareng akan disertai siaran interaktif guna membangun antusiasme nasional selama Piala Dunia.

“Memasuki fase acara 11 Juni hingga 19 Juli, RRI akan menghadirkan live report dan program Debar atau Dengar Bareng. Serta berbagai siaran interaktif untuk membangun antusiasme nasional,” ujarnya.

Selain itu, RRI juga menyiapkan ruang refleksi dan evaluasi Piala Dunia yang bernilai edukatif bagi publik. Hendrasmo menegaskan, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga memperoleh nilai edukasi dari siaran RRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....