Terpilihnya Thomas Jadi Deputi Gubernur BI, Jangan Dipolitisasi
- 27 Jan 2026 20:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta-Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031. Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian mengatakan terpilihnya Thomas tidak seharusnya dibaca sebagai bentuk politisasi bank sentral.
Fakhrul menjelaskan Thomas memiliki latar belakang kebijakan fiskal sehingga terpilihnya Thomas harus dipahami sebagai respon atas dinamika ekonomi global yang kompleks. Tantangan BI tidak hanya menjaga inflasi tetapi memastikan stabilitas makroekonoi.
“Seharusnya dipahami sebagai adaptasi terhadap era yang menuntut koordinasi, strategi, dan penguatan ketahanan ekonomi nasional. Tantangan hari ini bukan hanya menjaga inflasi tetap rendah, tetapi juga memastikan stabilitas makroekonomi yang mampu menopang pertumbuhan jangka panjang,”kata Fakhrul dalam keterangan tertulis yang diterima oleh rri.co.id, Selasa 27 Januari 2026.
Fakhrul menilai terpilih Thomas mencerminkan adaptasi kelembagaan bank sentral terhadap dinamika ekonomi global, ditengah fragmentasi global. Kemudian meningkatnya tensi geopolitik dan volatilitas arus modal internasional, tantangan koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi semakin intens dan krusial.
“Selama puluhan tahun, kita membayangkan bank sentral sebagai menara gading, independen, steril, dan terpisah dari dinamika kekuasaan, dengan inflasi satu-satunya kompas kebijakan. Namun dunia telah berubah. Globalisasi semakin terfragmentasi, geopolitik kini menentukan arus modal, dan kebijakan fiskal serta moneter tidak lagi bisa berjalan sendiri,” ujar Fakhrul.
Ia mengatakan sinergi moneter dan fiskal akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dimasa mendatang. Fakhrul menjelaskan pemahaman lintas kebijakan menjadi semakin penting di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan, stabilitas nilai tukar, serta pengelolaan risiko global yang semakin kompleks.
“Ke depan, sinergi moneter dan fiskal akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Bank sentral perlu tetap kredibel, namun juga relevan dan adaptif terhadap realitas baru ekonomi global,”ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI Mukhamad Misbakhun mengatakan Deputi Gubernur BI memiliki peran penting dan strategis. Deputi Gubernur BI terlibat dalam perumusan pembahasan kebijakan bank sentral.
“Deputi Gubernur BI memiliki peran strategis sebagai anggota Dewan Gubernur BI. Menjalankan tugas dan wewenang BI sehingga Deputi Gubernur terlibat perumusan pembahasan kebijakan bank sentral,”kata Misbakhun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....