Victoria AMPRO Fight 2026 Dimulai dengan Penandatanganan Kontrak Petinju
- 27 Jan 2026 18:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Victoria Boxing Promotor menggelar penandatanganan kontrak petinju jelang Victoria AMPRO Fight 2026. Agenda ini menjadi tahapan awal penyelenggaraan tinju profesional nasional.
Victoria menyatakan kontrak menjadi fondasi kepercayaan antara promotor dan petinju. Menurutnya, profesionalisme harus dimulai sejak kesepakatan awal.
Ia menegaskan petinju perlu kepastian agar fokus berlatih dan bertanding. Promotor memastikan seluruh proses dijalankan secara bertanggung jawab.
“Saya menerima kepercayaan ini untuk kepentingan tinju Indonesia,” ucap Victoria di Kompleks TVRI, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. Ia berkomitmen menjalankan peran promotor secara berkelanjutan.
Ketua Pelaksana AMPRO, Letkol Inf. G. Borlak, menjelaskan kontrak disusun mengikuti aturan tinju profesional. Ia menegaskan panitia tidak mentoleransi kecurangan dalam bentuk apa pun.
Borlak menyebut skema pembayaran ditetapkan sejak kontrak ditandatangani. Petinju menerima 30 persen di awal dan sisanya dibayarkan maksimal 24 jam sebelum pertandingan.
“Skema ini kami buat agar petinju mendapat kepastian dan rasa aman,” katanya. Menurut Borlak, kejelasan kontrak menjadi pembeda AMPRO.
Borlak juga memaparkan alasan menunjuk Victoria sebagai promotor. Ia menilai Victoria memiliki kapabilitas manajerial dan kesiapan pembiayaan.
“Promotor harus siap modal dan bertanggung jawab,” ucapnya. Kepercayaan tersebut diberikan setelah mempertimbangkan komitmen dan konsistensi.
Ketua Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI), Neneng Astuti, menyatakan federasi mengawal jalannya kompetisi. Federasi memastikan seluruh proses sesuai regulasi tinju profesional.
Neneng menilai penandatanganan kontrak mencerminkan pembinaan yang terstruktur. Sistem ini disebut sejalan dengan standar internasional.
Ia menyebut federasi akan melakukan pemantauan berkala terhadap pertandingan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kredibilitas dan keselamatan petinju.
“AMPRO menjadi ruang penting bagi pembinaan petinju nasional,” katanya. Federasi berharap kompetisi berjalan berkelanjutan.
Mantan juara dunia IBF dan WBA, Muhammad Rachman, mengapresiasi kepastian kontrak sejak awal. Ia menilai langkah tersebut penting bagi mental petinju.
Rachman menyebut banyak petinju sebelumnya bertanding tanpa kejelasan hak. Kondisi tersebut kerap mengganggu fokus dan motivasi atlet.
“Kepastian kontrak membuat petinju lebih percaya diri,” ucapnya. Ia berharap sistem AMPRO melahirkan juara baru Indonesia.
Menurut Rachman, kompetisi profesional harus dibangun secara konsisten. Pembinaan berjenjang dinilai menjadi kunci prestasi internasional.
Kejuaraan Amateur Professional Boxing atau AMPRO dijadwalkan berlangsung pada 13 Februari 2026 mendatang. Seluruh pertandingan akan disiarkan langsung melalui TVRI.
AMPRO juga akan memperebutkan enam sabuk emas bergengsi. Sebanyak dua belas petinju nasional dijadwalkan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.
Enam sabuk yang diperebutkan antara lain Sabuk Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya. Selain itu terdapat Sabuk Hendropriyono, Hercules, dan Mahakarya Bumi Hambalang.
Panitia menetapkan delapan partai pertandingan dalam AMPRO. Lima partai merupakan laga profesional dan tiga partai amatir hasil seleksi.
Pertandingan profesional digelar dengan sistem empat hingga sepuluh ronde. Sementara partai amatir menjadi ajang penjaringan petinju potensial daerah.
AMPRO dirancang sebagai kompetisi berjenjang menuju level profesional. Sistem ini diharapkan memperkuat pembinaan tinju nasional secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....