Tolak Keanggotaan Israel Dalam BoP, DPR: Menjajah Palestina

  • 27 Jan 2026 11:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal (Deng Ical) menegaskan, menolak keikutsertaan Israel dalam 'Board of Peace' (BoP) Gaza. Israel menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza, di Palestina, dinilainya bertentangan dengan logika keadilan dan perdamaian. 

“Israel adalah pihak yang selama ini menjajah Palestina. Bagaimana mungkin negara penjajah masuk Dewan Perdamaian, sementara Palestina yang dijajah justru berada di luar organisasi itu,” kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. 

Ia menegaskan, Indonesia selaku anggota Dewan Perdamaian Gaza harus bersikap tegas dan konsisten menolak segala bentuk penjajahan Palestina. Baik itu melalui mekanisme militer, politik, maupun diplomasi yang disamarkan dalam forum internasional. 

“Konstitusi kita jelas menolak penjajahan di atas dunia. Maka Indonesia tidak boleh kompromi terhadap upaya apa pun yang melemahkan perjuangan rakyat Palestina,” ucap Deng Ical. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri, Sugiono menyatakan, BoP memiliki mandat utama memastikan perdamaian dan kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara. Kehadiran badan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan di Gaza.

BoP merupakan badan perdamaian global yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam penandatanganan keanggotaan pada Kamis, 22 Januari 2026, sedikitnya 20 negara telah menyatakan bergabung.

Sugiono mengatakan, negara-negara anggota BoP akan memberikan perhatian khusus terhadap situasi keamanan di Gaza. Menurutnya, langkah ini menjadi angin segar bagi upaya menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di wilayah tersebut. 

"Tentu saja kehadiran semua negara-negara di dalam Board of Peace tersebut bisa terus mengawal, memastikan upaya yang dilakukan tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan tercapainya solusi dua negara,” kata Sugiono saat ditemui wartawan di Swiss, Jumat, 23 Januari 2026.

Ia mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan wujud komitmen konsisten pemerintah dalam menyuarakan perdamaian dunia, khususnya bagi rakyat Palestina. Indonesia, kata dia, akan memanfaatkan keanggotaan tersebut untuk memberikan masukan dan pertimbangan dalam setiap proses pengambilan keputusan. 

“Itu salah satu alasan juga kita masuk ke dalam Board of Peace. Untuk bisa mempengaruhi, memberikan masukan, saran, dan memastikan arah kebijakan tetap sesuai dengan tujuan perdamaian,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....