Ribuan WNI Minta Pulang Usai Razia Penipuan Daring

  • 25 Jan 2026 20:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta- Sebanyak 2.277 Warga Negara Indonesia (WNI) telah melapor langsung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh, Kamboja . Laporan tersebut untuk periode 16 Januari hingga 24 Januari 2026 pukul 23.59waktu setempat.

Seperti dikutip dari website KBRI Phnom Penh, ribuan WNI mendatangi KBRI dan meminta untuk segera dipulangkan ke Tanah Air. Lonjakan laporan kasus ini menyusul operasi besar-besaran Pemerintah Kamboja terhadap pusat penipuan daring (online scam) di berbagai wilayah.

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto mengatakan pihak KBRI langsung melakukan pendataan. Upaya tersebut untuk memetakan permasalahan yang dihadapi oleh WNI.

“Ada yang punya paspor tetapi tidak punya izin tinggal di Kamboja. Ada yang tidak punya paspor maka selanjutnya dilakukan penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP),”kata Duta Besar Santo, Minggu 25 Januari 2026.

Ia meminta WNI yang memiliki paspor dan visa yang masih berlaku untuk segera pulang ke Tanah Air. Santo meminta WNI membeli tiket secara mandiri untuk pulang ke Indonesia.

KBRI mencatat 122 WNI melapor diri pada 24 Januari 2026 dan jumlah ini mengalami penurunan. Tren penurunan jika dibandingkan tiga hari sebelumnya mencapai 200 aduan per hari.

Santo mengatakan sepanjang 2025, WNI menangani 5.088 kasus bermasalah atau rata-rata 15-30 kasus per hari. Jumlah tersebut kemudian meningkat dalam sepekan terakhir mencapai 520 aduan dalam sehari.

Pihak KBRI meminta agar WNI untuk tertib dan bersabar dalam mengikuti proses yang berlaku sehingga cepat kembali ke Tanah Air. Santo menegaskan KBRI mengupayakan percepatan kepulangan WNI.

“KBRI tengah berkoordinasi intensif dengan otoritas Kamboja agar WNI mendapatkan percepatan penerbitan exit permit. Kemudian keringanan hukuman keimigrasian,” ujarnya.

Pihak KBRI terus mengintensifkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia, serta dengan otoritas Pemerintah Kamboja. Tim perbantuan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, telah tiba di Phnom Penh.

Tim untuk membantu melakukan pendataan, assessment kasus, dan SPLP bagi WNI yang tidak memiliki dokumen perjalanan. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat berbagai proses di lapangan.

Santo mengatakan WNI saat ini tinggal di berbagai guest house di Kota Phnom Penh sambil menunggu kepulangan ke Tanah Air. Pihak KBRI juga menyiapkan fasilitas penampungan sementara untuk WNI.

“Fasilitas tersebut membantu menjaga kondisi WNI agar tetap aman. Diharapkan dengan adanya fasilitas yang terkonsentrasi seperti ini juga akan mempercepat proses pendataan, assessment kasus, dan pembuatan dokumen perjalanan,”ujarnya menerangkan.

Ia mengimbau agar WNI waspada penipuan yang mengatasnamakan KBRI. Ia menegaskan layanan di KBRI tidak dipungut biaya kecuali penerbitan SPLP.

“WNI juga diimbau untuk terus melakukan komunikasi dengan keluarga. Menginformasikan agar dapat diberikan dukungan bagi proses kepulangan,”ujar Santo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....