DPR: Indonesia Harus Posisikan sebagai Penjaga Nurani Global

  • 25 Jan 2026 10:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian Gaza) haruslah bersifat aktif, kritis, dan bersyarat. Pemerintah Indonesia harus konsisten, mendorong penghentian pendudukan Israel atas wilayah Palestina sekaligus melindungi penuh warga sipil Gaza.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta, menegaskan Indonesia harus memposisikan diri sebagai penjaga nurani global. "Jangan sampai perdamaian yang ditawarkan justru mengubur keadilan dan menghapus pertanggungjawaban atas kejahatan kemanusiaan," katanya, Minggu, 25 Januari 2026.

Menurut politisi PKS itu, rekonstruksi Gaza harus dilakukan secara adil. Artinya tanpa memutihkan atau melegitimasi pelanggaran hukum humaniter internasional.

"Konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif harus tetap berpijak pada amanat konstitusi," ujarnya. Menurut Sukamta, perdamaian sejati akan tercapai bila keadilan ditegakkan dan hak-hak rakyat Palestina dipulihkan secara utuh dan berkelanjutan.

Di sisi lain, AS telah memaparkan rencana induk untuk memulihkan Jalur Gaza yang hancur akibat perang. Hal itu disampaikan pengembang properti Jared Kushner saat penandatanganan Boad od Peace di Davos, Swiss.

Dia merupakan menantu Presiden AS, Donald Trump, yang ditugaskan mertuanya untuk merekonstruksi Gaza. Menurut Kushner, rencana pembangunan Gaza akan meniru wajah kota-kota di Timur Tengah yang telah direvitalisasi.

Fokus utama pembangunan mencakup pengembangan kawasan tepi laut dan gedung-gedung modern. Rencana tersebut juga meliputi pembangunan berbagai bangunan mewah yang diharapkan dapat mengubah wajah Gaza secara menyeluruh.

Kushner mengatakan proses konstruksi dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni dua hingga tiga tahun. Sementara itu, Board of Peace memperkirakan total biaya pembangunan akan melampaui USD25 miliar (Rp420,8 triliun).

Dana tersebut direncanakan untuk membangun utilitas modern serta meningkatkan layanan publik bagi masyarakat. "Gaza memiliki potensi luar biasa dan rencana ini diperuntukkan bagi rakyat di sana," katanya.

Kushner menegaskan pihaknya telah mengembangkan berbagai pendekatan untuk membangun kembali wilayah tersebut secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dalam presentasi berbentuk tayangan slide, dia menjelaskan bahwa pembangunan Gaza akan dilakukan berdasarkan pembagian zona.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....