Mengulas Sejarah Hari Gizi Nasional Diperingati 25 Januari

  • 25 Jan 2026 09:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap 25 Januari, Indonesia memperingati Hari Gizi Nasional sebagai momentum peningkatan kesadaran gizi masyarakat. Peringatan ini mendorong konsumsi pangan bergizi untuk menunjang kualitas hidup.

Hari Gizi Nasional semakin relevan di tengah tantangan global terkait masalah gizi. Persoalan tersebut meliputi malnutrisi, obesitas, serta penyakit akibat pola makan tidak seimbang.

Masalah gizi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di berbagai wilayah. Kondisi ini dipengaruhi ketidaksesuaian asupan gizi dengan kebutuhan tubuh.

Sejarah Hari Gizi Nasional

Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Hari Gizi Nasional pertama kali diperingati pada 1951. Momentum ini menandai dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia secara terstruktur.

Pengkaderan dimulai dengan pendirian Sekolah Juru Penerang Makanan oleh Lembaga Makanan Rakyat. Langkah ini menjadi respons atas masalah gizi buruk pascakemerdekaan.

Sejarah Hari Gizi Nasional tidak terlepas dari peran Prof. Poorwo Soedarmo. Ia dikenal sebagai pelopor ilmu gizi Indonesia.

Prof. Poorwo Soedarmo mendirikan Lembaga Makanan Rakyat yang kini berada di bawah Kementerian Kesehatan RI. Lembaga ini berfokus memperbaiki kondisi gizi masyarakat.

Sejak pertengahan 1960-an, Hari Gizi Nasional diperingati secara nasional. Pelaksanaannya dilanjutkan Direktorat Gizi Masyarakat sejak 1970-an.

Tujuan Peringatan Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya asupan gizi cukup. Upaya ini dilakukan untuk mencegah berbagai masalah kesehatan.

Masalah gizi yang menjadi perhatian meliputi stunting, malnutrisi, dan gangguan kesehatan lainnya. Kondisi tersebut berdampak pada kualitas sumber daya manusia.

Peringatan ini juga menjadi sarana edukasi gizi kepada masyarakat luas. Edukasi dilakukan melalui berbagai program dan kegiatan kesehatan.

Pentingnya Gizi Seimbang

Gizi seimbang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Asupan nutrisi cukup membantu tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari.

Gizi seimbang mendukung pertumbuhan optimal anak dan remaja. Fase perkembangan membutuhkan nutrisi lengkap dan beragam.

Asupan gizi yang cukup membantu perbaikan jaringan tubuh. Proses regenerasi sel berlangsung lebih baik dengan nutrisi seimbang.

Gizi seimbang juga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Risiko infeksi dan penyakit dapat ditekan melalui pola makan sehat.

Tantangan Pola Makan Masyarakat

Pola makan tidak sehat semakin meningkat, terutama di wilayah perkotaan. Gaya hidup cepat mendorong konsumsi makanan siap saji.

Makanan cepat saji umumnya tinggi kalori namun rendah nutrisi. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

Minimnya pemahaman gizi turut memengaruhi pola makan masyarakat. Literasi gizi menjadi faktor penting dalam pencegahan masalah kesehatan.

Upaya Menjaga Pola Makan Bergizi

Pola makan seimbang dapat diterapkan dengan mengonsumsi beragam jenis makanan. Buah, sayur, protein, dan karbohidrat sehat perlu dikombinasikan.

Masyarakat juga dianjurkan mengurangi konsumsi makanan olahan berlebihan. Pembatasan gula, garam, dan lemak trans perlu diterapkan.

Pemanfaatan pangan lokal kaya nutrisi perlu terus didorong. Langkah ini mendukung kesehatan sekaligus ketahanan pangan nasional.

Peningkatan literasi gizi penting untuk membentuk kebiasaan makan sehat. Informasi dapat diperoleh melalui media dan edukasi kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....