Pemerintah Ajak Publik Usulkan Kosakata Baru KBBI
- 24 Jan 2026 17:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak publik mengusulkan kosakata terbaru KBBI daring. Usulan bisa berupa entri baru hingga perbaikan makna kata.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia mengatakan, rapat redaksi rutin membahas usulan. Semua usulan pembaruan KBBI ditangani oleh tim redaksi secara berkala.
“KBBI daring bisa menerima usulan entri baru, perbaikan makna, dan penghapusan entri. Kami secara rutin mengadakan rapat redaksi untuk memastikan agar semua usulan yang muncul itu ditangani oleh semua anggota tim redaksi,” kata Dora dalam Taklimat Media Bersama Forum Wartawan Pendidikan di Gedung Arjuna, Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikdasmen, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurutnya, rapat redaksi ini untuk memastikan semua usulan ditangani anggota tim. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan konsistensi pemutakhiran KBBI.
Untuk mengusulkan, publik harus membuat akun terlebih dahulu. Setelah itu, usulan dapat diajukan melalui pilihan “usulkan entri baru”.
Badan Bahasa mencatat sudah ada 256.692 usulan kata masuk. Angka tersebut termasuk kata baru hasil kreativitas pengguna.
Dari jumlah tersebut, sekitar 124.479 usulan sudah disunting dan diterima. Usulan yang diterima kemudian masuk dalam entri KBBI.
Sebelum mengakui kata baru, tim redaksi mengumpulkan bukti data penggunaan. Bukti diperoleh dari korpus, media massa, dan jejak digital.
Selanjutnya, sebaran dan kestabilan makna kata dinilai. Penilaian dilakukan pada ragam tulis dan lisan.
“Penentu utama kata diakui adalah pola penggunaannya berulang dan konsisten. Konteks penggunaan juga harus dapat dipertanggungjawabkan," katanya, menjelaskan.
Setelah memenuhi kriteria, editor memeriksa nilai rasa dan risiko sosial budaya. Jika aman, informasi pemakaian akan ditetapkan dalam entri.
"Kata yang disetujui masuk proses validator sebelum dimutakhirkan. Entri baru akan masuk pada periode pemutakhiran berikutnya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muhsin mengatakan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan karya besar anak bangsa. Untuk itu, kamus ini harus dijaga marwah dan kewibawaannya.
Menurutnya, KBBI bukan sekadar rujukan bahasa. Namun juga menjadi cerminan jati diri bangsa Indonesia.
"Bahasa mencerminkan bangsa dan negara. Karena itu, KBBI adalah kebanggaan kita bersama yang harus dirawat dan manfaatkan secara bertanggung jawab," ujar Hafidz.
Hafidz menjelaskan fungsi utama KBBI adalah mencatat bahasa yang hidup. Bahasa Indonesia terbentuk dari beragam pengaruh, termasuk bahasa daerah dan asing.
Ia mengatakan, KBBI tetap produk intelektual bangsa Indonesia. “Kamus tidak bersifat kaku, ia hidup dan dinamis,” ucapnya, tegas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....