Apkasi Inisiasi Gerakan Nasional Indonesia Bersinar Lawan Darurat Narkoba
- 23 Jan 2026 12:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Lahat - Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) secara resmi menginisiasi gerakan nasional Indonesia Bersinar (Bersih Dari Narkoba). Gerakan ini merupakan langkah konkret membentengi ketahanan bangsa dari ancaman narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Komitmen ini dikukuhkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) strategis antara Apkasi, Apeksi, dan Pemerintah Kabupaten Lahat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), di GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.
Ketua Umum Apkasi Bursah Zarnubi mengatakan, deklarasi ini bukan sekadar seremonial administratif, melainkan panggilan darurat atas kondisi lapangan. Menurutnya, peredaran gelap narkotika kini telah bertransformasi menjadi ancaman asimetris yang menyerang langsung ke jantung pertahanan keluarga di Indonesia.
"Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa. Gerakan Indonesia Bersinar diawali dari keprihatinan bahaya narkoba saat ini ibaratnya sudah di depan halaman rumah kita. Ini musuh tidak terlihat tapi dampaknya mematikan bagi masa depan bangsa, karena itu Apkasi bersama Apeksi terpanggil memulai gerakan nasional ini secara masif," ujarnya menegaskan.
Bursah yang juga Bupati Lahat ini menekankan bahwa inisiatif Apkasi ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo. Khususnya, poin ke-7 yang menekankan pada penguatan sumber daya manusia serta poin ke-6 mengenai pembangunan dari desa.
"Presiden memberikan peta jalan jelas, yakni jika Indonesia mau maju, syarat utamanya bangsa sehat mental dan spiritual. Kita ditargetkan menguasai science, technology, engineering, dan mathematics (STEM). Namun, target itu mustahil tercapai jika daya pikir inovatif dan kreatif generasi muda dirusak kecanduan narkoba," kata Bursah.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Apkasi dan Apeksi ialah kekuatan besar yang mampu menjangkau 514 kabupaten dan kota di Indonesia. "Ini adalah milestone. Kami mau memastikan perang melawan narkoba jadi isu strategis yang diseriusi semua kepala daerah sebagai wujud tanggung jawab menjaga amanah Presiden dan melindungi rakyat dari kemiskinan sistemik akibat narkotika," ucapnya.
Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan penghargaan khusus kepada Bupati Lahat atas perannya sebagai inisiator nasional deklarasi ini. Ia memuji langkah nyata Pemkab Lahat yang mengoperasikan kantor Satuan Kerja (Satker) P4GN sebagai pelopor bagi daerah lain.
"Kini dari 514 kabupaten/kota, baru ada 182 Satker P4GN. Lewat MoU dengan Apkasi dan Apeksi, kami menargetkan akselerasi penguatan Satker di Indonesia," ujarnya.
Menurut Suyudi, kita tidak boleh menganggap remeh ancaman narkoba, yang kini bermutasi dalam bentuk new psychoactivesubstances (NPS). Ia menyebut, di tingkat global ada 1.386 zat adiktif, di mana 175 di antaranya sudah masuk Indonesia.
BNN juga mengingatkan bahwa target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun). Narkoba dikemas secara kamuflase dalam bentuk liquid vape hingga minuman sachet.
"Anak muda harus dibekali literasi narkotika yang kuat dan fondasi agama kokoh agar memiliki ketahanan intrinsik atas rayuan barang haram ini," katanya.
| Baca juga: Dekopin Tepis Anggapan Koperasi Kuno |
Sejalan dengan visi Apkasi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto menegaskan, desa kini jadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir melawan narkoba. Ia mengungkapkan fakta narkoba kini menyusup hingga pelosok dusun tanpa disadari warga.
"Kita nyalakan lampu kuning. Narkoba telah menyelinap ke desa-desa, merusak tatanan sosial kita. Melalui program Desa Bersinar yang berkolaborasi dengan BNN, Kemendes PDT akan menggiatkan 12 program prioritas untuk memastikan warga desa tetap produktif secara positif," ujar Yandri.
Ia menjelaskan, upaya pemberantasan narkoba di desa juga disinergikan dengan program ketahanan pangan dan ekonomi, seperti pengembangan Desa Ikan Nila, Desa Ayam Petelur, hingga Desa Wisata yang sudah diujicobakan di beberapa daerah.
"Kegiatan produktif ini akan menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjauhkan masyarakat dari jerat narkoba. Dari Lahat, kita gaungkan bahwa narkoba adalah musuh nyata yang harus kita sikat habis hingga ke akar-akarnya," ujarnya menandaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....