Dekopin Tepis Anggapan Koperasi Kuno
- 12 Jul 2026 23:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menegaskan bahwa stigma koperasi sebagai sistem ekonomi kuno dan kecil sangat tidak relevan dan harus dihilangkan karena koperasi akan menjadi pilar utama penggerak rakyat Indonesia.
- 2. Banyak badan usaha besar dan klub sepak bola internasional seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen justru dikelola dengan sistem koperasi.
- 3. Presiden Prabowo memiliki dedikasi panjang terhadap pengembangan koperasi di Tanah Air.
- 4. Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi momentum kebangkitan gerakan koperasi di Indonesia, menandai dimulainya era baru dimana koperasi mendapat perhatian utama dari pemerintah pusat.
RRI.CO.ID, Jakarta- Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Bambang Haryadi menepis anggapan koperasi adalah sistem ekonomi yang kuno. Stigma buruk tentang koperasi harus dihilangkan.
"Stigma koperasi selama ini dinilai sebagai alat ekonomi kuno dan kecil, sangat tidak relevan dan salah besar. Koperasi akan menjadi salah satu pilar utama penggerak rakyat Indonesia," kata Bambang Haryadi saat memberikan laporan pada acara peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Minggu, 12 Juli 2026.
Bambang menegaskan banyak badan usaha atau klub sepak bola di dunia, justru 'lahir' dari gerakan koperasi. Ia mencontohkan klub sepak bola raksasa seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen dikelola oleh sistem koperasi.
"Klub-klub besar di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen bahkan dikelola dengan sistem koperasi. Bahkan juga salah satu bank di Belanda, terbesar di Belanda bernama Rabobank, dimiliki oleh koperasi," katanya.
Dekopin yakin koperasi akan kembali bangkit dan memberikan manfaat untuk rakyat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurutnya Presiden Prabowo sangat peduli dengan perkembangan koperasi di Indonesia bahkan sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Presiden Prabowo berasal dari keluarga yang memiliki jejak panjang perkembangan koperasi di Tanah Air. Ia mencontohkan kakek dan ayah dari Presiden Prabowo yakni Raden Mas Margono Djojohadikusumo dan Prof Soemitro Djojohadikoesoemo merupakan tokoh koperasi.
"Keberpihakan Bapak Presiden kepada gerakan koperasi bukan hanya slogan semata, itu terbukti nyata dengan dibentuknya Koperasi Desa /Kelurahan Merah Putih. Kami melihat perjuangan Bapak terhadap pergerakan koperasi sudah dimulai sejak lama, bahkan sebelum Bapak menjadi Presiden," katanya.
"Kakek dan Ayahanda Bapak Presiden adalah juga tokoh kooperasi. Atas dedikasi dan perjuangan Bapak terhadap gerakan koperasi dari dulu hingga sekarang," kata Bambang.
Bambang mengatakan peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum kebangkitan koperasi di Tanah Air. Ia mengungkap hanya di era Pemerintahan Presiden Prabowo, koperasi menjadi perhatian utama pemerintah.
"Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi Indonesia mendapat perhatian dan menjadi program prioritas ekonomi masyarakat. Hari Koperasi Nasional ke-79 ini menjadi momentum bangkitnya gerakan koperasi di Indonesia ," katanya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....