Gapuspindo Bantah Pasokan Daging Sapi Alami Kelangkaan

  • 22 Jan 2026 13:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Eksekutif Gapuspindo Djoni Liano membantah pasokan daging sapi langka. Menurutnya, pasokan daging sapi nasional saat ini dalam kondisi baik.

Ia mengatakan, arus distribusi sapi ke pasar tetap berjalan normal. Bahkan, pedagang pasar masih mendapatkan pasokan sesuai kebutuhan harian.

“Kondisi sekarang baik-baik saja. Bahkan daging sapi terus mengalir ke pasar,” kata Djoni dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menjamin stok daging sapi cukup disediakan para pelaku usaha. Pemerintah juga mendukung percepatan izin impor sapi.

“Menurut saya masalah mendasar adalah daya beli masyarakat sangat rendah. Kondisi tersebut memengaruhi transaksi perdagangan daging sapi di pasar," ujarnya.

Ia mengatakan, volume penjualan pedagang daging mengalami penurunan. “Kalau volume turun maka pendapatan pedagang juga ikut turun,” ucapnya.

Djoni berharap, pedagang pasar memahami kondisi penurunan penjualan tersebut. Menurutnya, harga daging sapi saat ini masih tergolong normal.

“Harga daging berada kisaran 130 ribu hingga 140 ribu rupiah. Menurut saya, dengan harga itu masyarakat tetap bisa membeli daging sapi," katanya.

Ia menduga rendahnya daya beli sebabkan keengganan konsumsi daging sapi. Faktor liburan akhir tahun juga dinilai berpengaruh.

“Anggaran masyarakat banyak terserap untuk liburan bukan membeli makanan.” Hal itu disampaikan Djoni dalam keterangannya.

Penjualan daging sapi disebut turun sekitar 30 hingga 40 persen. Ia membantah penurunan disebabkan kenaikan biaya produksi.

Ia pun sering berdiskusi langsung dengan para pedagang. “Tidak ada kenaikan biaya dan pedagang perlu memahami kondisi ini," katanya.

Di sejumlah daerah pemotongan sapi tetap dilakukan oleh pelaku usaha. Daging hasil pemotongan langsung didistribusikan ke pasar.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok daging sapi cukup. Pasokan dipastikan mampu memenuhi kebutuhan konsumen nasional," ujarnya.

Sebelumnya Kementerian Pertanian memastikan pasokan daging sapi aman. Terlebih menjelang Ramadan 2026.

Direktur Hilirisasi Peternakan Makmun menjamin, stok daging sapi saat ini cukup. “Dalam dua minggu ke depan harga tidak akan naik," kata Makmun

KBRN, Jakarta: Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Djoni Liano membantah pasokan daging sapi mengalami kelangkaan. Menurutnya, pasokan daging sapi dalam kondisi yang baik.

"Kondisi sekarang find-find saja. Pedagang-pedagang pasar itu kan butuh sapi, fan sapi itu tetap mengalir," kata Djoni. Dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Kamis (22/1/2026).

Bahkan,ia menjamin stok daging sapi dalam kondisi cukup yang disediakan pelaku usaha. Dengan dukungan dari Pemerintah dalam nempercepat pengeluaran izin impor Sapi.

"Menurut saya yang mendasar itu memang daya beli masyarakat sangat rendah sekali," ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini berpengaruh dalam transaksi perdagangan daging sapi di pasar. Dimana volume penjualan para pedagang menjadi menurun.

"Kalau volumenya turun tentu akan berdampak pada pendapatan yang juga turun. Itu yang menjadi masalah sebetulnya," ucapnya.

Djoni berharap masalah ini dapat dipahami dari kalangan pedagang di pasar. Apalagi harga daging sapi berdasarkan data Badan Pusat Statistk dalam kondisi normal.

"Dari bulan Januari 2025 sampai Januari 2026 ini, kisarannya antara 130 ribu sampai 140 ribu. Dengan harga itu masyarakat tetap saja membeli," katanya.

Ia menduga rendahnya daya beli masyarakat menjadi penyebab keengganan mengkonsumsi daging sapi. Selain itu, diduga karena liburan akhir tahun.

"Jadi budget yang tersedia untuk liburan, dan bukan untuk beli makanan," ujarnya.

Djoni menyebut penurunan penjualan daging sapi belakangan ini sekitar 30 persen sampai 40 persen. Selain itu, ia membantah penurunan ini karena kenaikan biaya produksi.

"Itu nggak ada kenaikan dan beberapa kali saya bertemu para pedagang saya mengajak mari kita memahami kondisi kita ini," ucapnya.

Selain itu, ia mencatat di beberapa daerah juga telah melakukan pemotongan hewan sapi. Sehingga, komoditas daging sapi akan langsung ke pasar.

"Saya pikir masyarakat jangan khawatir bahwa stok itu cukup untuk memasok kosumen," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan daging sapi aman menjelang Ramadan 2026. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI Makmun memastikan kondisi stok saat ini dalam keadaan cukup. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir.

"Dalam dua minggu ke depan tidak ada kenaikan harga. Harga ini tidak boleh melampaui harga dari Pemerintah," kata Makmun. Seperti dikutip laman Kementerian Pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....