Tangerang dan DIY Antisipasi Fluktuasi Harga Pangan
- 08 Jun 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kenaikan dipengaruhi pasokan, impor, dan distribusi serta pelemahan rupiah
- Stabilitas harga dijaga untuk mencegah gejolak dan melindungi daya beli masyarakat
- Pemantauan harga dilakukan rutin melalui pasar acuan di berbagai wilayah
RRI.CO.ID, Jakarta – Sejumlah daerah memantau pergerakan harga pangan di tengah dinamika ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Pemerintah daerah juga memperkuat langkah stabilisasi untuk menjaga pasokan dan daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut terjadi di Kabupaten Tangerang dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada awal Juni 2026. Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat faktor pasokan, impor, dan distribusi.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, mengatakan pemantauan harga dilakukan secara rutin di sejumlah pasar. Hasil monitoring menunjukkan enam komoditas mengalami kenaikan harga pada pekan pertama Juni.
"Memang ada beberapa terjadi kenaikan harga karena kita memang selalu monitoring memantau beberapa sampel pasar. Menjadi pasar yang dipantau oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, untuk minggu pertama ini memang terjadi kenaikan harga,” kata Munir dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Senin, 8 Juni 2026.
Ia menjelaskan gula pasir dan telur ayam ras naik Rp250 per kilogram, jagung dan kedelai impor naik Rp500 per kilogram. Minyak goreng naik Rp500 per liter, serta ubi jalar naik Rp1.250 per kilogram dibanding komoditas lainnya.
Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga pada periode yang sama. Penurunan terjadi pada beras premium, beras medium, daging ayam ras, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, serta cabai.
" Sementara itu untuk 7 komoditas yang mengalami penurunan harga. Seperti beras premium turun 250 rupiah per kilo, beras medium turun 400 rupiah per kilo, daging ayam ras turun 250 per kilo, tepung terigu turun 500 per kilo, bawang merah turun 1.950 rupiah per kilo, bawang putih turun 1.250 rupiah per kilo, cabai rawit merah turun 5.000 rupiah per kilo, dan cabai merah keriting turun 6.250 rupiah per kilo," ujarnya.
Munir mengatakan Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan pemantauan stok dan harga secara berkala. Pemerintah daerah juga menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Lukis Wahono, mengatakan pasokan pangan di wilayahnya masih aman. Pemantauan dilakukan melalui enam pasar pantauan yang tersebar di lima kabupaten dan kota.
Menurutnya, kenaikan harga di Yogyakarta terutama terjadi pada bawang merah dan bawang putih. Faktor impor serta kondisi distribusi menjadi penyebab utama kenaikan tersebut.
" Untuk Cabai Rawit diawal Juni malah ada penurunan, jadi kemarin di data Pasar SP2KP kemarin kita minggu ke-4 Bulan Mei itu 75-an. Sekarang sudah turun Di 70 Cabai Rawit Merah," ungkapnya.
Ia menambahkan Pemerintah Yogyakarta telah menyalurkan 54 ton sembako melalui operasi pasar selama Mei 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Upaya yang dilakukan Tangerang dan Yogyakarta menunjukkan pentingnya pengawasan harga serta pasokan pangan. Langkah stabilisasi terus dilakukan agar gejolak harga tidak membebani masyarakat. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....