PKP Targetkan Rusun Subsidi Program Prioritas Tahun 2026

  • 21 Jan 2026 22:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi sebagai fokus utama pada 2026. Program ini akan segera dijalankan di berbagai kota besar, di antaranya Meikarta di Kabupaten Bekasi dan Alonia di Kemayoran.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pembangunan ini bertujuan menghadirkan hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia menekankan pembangunan harus memprioritaskan warga sekitar untuk menghindari kepadatan dan mempermudah akses masyarakat terhadap hunian.

Maruarar sebelumnya melakukan kunjungan ke KPK untuk memastikan secara hukum pembangunan rusun subsidi di Meikarta dapat segera dijalankan. “Meikarta itu dulu punya ada hukum yang menyangkut perizinan, dan tadi sudah clear disampaikan oleh KPK,” ujar Menteri Ara saat meninjau lokasi rencana pembangunan rumah susun subsidi di Alonia Kemayoran, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.

Ara mengatakan, pembangunan rusun subsidi di Meikarta tidak terkait aset, melainkan murni soal perizinan. Ia menegaskan proyek ini dapat segera dijalankan.

“Kita akan segera mempersiapkan rencana desain, pembiayaan, kepemilikan, dan hunian buat di Meikarta. Besok jam 2 siang saya ketemu KDM (Kang Dedi Mulyadi) untuk mengecek dan soal perizinan di Jawa Barat,” ucapnya.

Untuk rusun Alonia, ia menegaskan pentingnya skema pembiayaan fleksibel hingga 20 tahun atau lebih agar masyarakat mudah mengakses rusun. “Tolong buat suatu langkah yang progresif untuk bagaimana pembiayaan juga bisa lebih baik,” ujar Menteri Ara pada Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumnas yang sebagai pengembang sekaligus pemilik lahan rusun Alonia.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan pembangunan rusun subsidi di Alonia mencakup satu tower. Ia menyebut, proyek ini berdiri di atas lahan seluas 3.750 meter persegi dengan total 609 unit hunian.

“Sudah ada yang mendaftar masyarakat 779. Pekerjannya rata-rata karyawan, dengan umur 21 tahun hingga 30 tahun,” kata Imelda.

Ia mengatakan penghuni rusun ditargetkan kelompok MBR dan pemilik rumah pertama dengan gaji Rp8–Rp12 juta di Jakarta. “Kalau yang single (belum berkeluarga) sampai 12 juta ya, kalau udah berkeluarga 14 juta,” ucapnya.

Imelda menyebut rusun subsidi di Alonia ini menawarkan beberapa tipe unit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti, tipe 30 meter persegi dengan satu kamar tidur, 38 meter persegi kamar tidur plus, dan 39 meter persegi dua kamar.

Ia menambahkan, harga unit subsidi ditawarkan mulai Rp400 jutaan hingga Rp500 juta tergantung tipe yang dipilih. Selain itu, rusun ini juga dilengkapi fasilitas jogging track, communal zone, dan berbagai sarana pendukung lainnya.

Plt Dirut Perumnas juga menginfokan, sebelumnya pembelian rusun subsidi hanya untuk pemilik KTP DKI Jakarta. Namun, dengan kebijakan harga baru mendatang, semua warga dapat membeli, dan tidak ada pembatasan lagi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....