Save The Children Imbau Orangtua Awasi Gawai Anak-anak

  • 14 Jan 2026 19:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Era digital kini semakin mendekatkan anak-anak dengan perangkat gawai. Mereka semakin tidak terlepaskan dari berselancar di dunia maya.

Studi Save The Children Indonesia tahun 2025 menunjukkan bahwa hampir 40 persen anak remaja meluangkan 3-6 jam berselancar. Mereka menggunakan gawai telepon pintar sekitar pukul 18.00-21.00.

CEO Save The Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar mengatakan, sejatinya anak-anak memahami risiko berselancar dengan gawai. Hanya saja, kesadaran tersebut tidak dibarengi dengan keterampilan merespons dengan sehat.

"Anak-anak tahu risiko di ruang digital, tapi mereka bingung harus berbuat apa, (karena) literasi digital saja tidak cukup. Mereka membutuhkan penguasaan kompetensi digital utuh, pendampingan orang tua, dan dukungan Kesehatan mental yang memadai," kta Dessy di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Menurut Dessy, di 2026, sejumlah prioritas perlu segera diimplementasikan, guna melindungi anak-anak. Diantaranya memperkuat keamanan digital anak melalui peningkatan keterampilan.

Selain itu, sistem perlindungan dan partisipasi anak, guru dan orang tua juga perlu diperkuat. Termasuk meningkatkan literasi adaptasi krisis iklim dan aksi iklim yang bermakna bagi anak.

"Investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat, dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman. Tanpa perlindungan dan pemenuhan hak anak hari ini, cita-cita itu akan sulit tercapai," ucap Dessy.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....