Kemenimipas Komitmen 'Zero' Narkoba Lapas Lewat Tes Urin
- 09 Jan 2026 08:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menegaskan, komitmen 'zero' narkoba di kawasan lapas dan rutan di seluruh Indonesia. Salah satunya, dengan menggelar tes urin massal terhadap ratusan pegawai serta puluhan ribu warga binaan di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi mengatakan, tes urin dilakukan secara serentak di 25 Lapas Narkotika di seluruh Indonesia. Kegiatan ini, sebagai langkah pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
“Langkah ini merupakan wujud keseriusan kami memerangi narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Baik itu sebagai upaya pencegahan maupun pemberantasan,” kata Mashudi dalam keterangan persnya, di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Mashudi mengungkapkan, sebanyak 23.197 warga binaan telah menjalani tes urin dalam kegiatan tersebut. Di wilayah Jakarta, tes urin dilakukan terhadap seluruh pegawai Ditjenpas sejak 7-8 Januari 2026.
“Kami telah melakukan tes urin terhadap seluruh petugas dan warga binaan di Lapas Narkotika di Jakarta. Ada 2.263 warga binaan dan 235 petugas, bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional,” ucap Mashudi.
Terkait hasil pemeriksaan, Mashudi menegaskan, tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terbukti menyalahgunakan narkoba. Terlebih, tes urin dilakukan berkala dan insidentil di seluruh lapas rutan untuk deteksi dini pemberantasan narkoba nasional.
“Tidak ada ampun untuk penyalahgunaan narkoba, baik petugas maupun warga binaan, sanksi berat diberikan sesuai peraturan berlaku. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap Amar Zonni dan rekan-rekannya yang ditempatkan sementara di penempatan khusus Lapas Narkotika Jakarta," ujar Mashudi.
Sementara, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Ditjen PAS, Rika Aprianti menyebutkan, seluruh jumlah tersebut menjadi target tes urine serentak. Pelaksanaan tes urine massal ini, merupakan instruksi langsung dari Dirjen PAS sebagai bagian dari komitmen pemberantasan narkotika.
“Jumlah tahanan dan narapidana ada sekitar 23.197 orang dan itu menjadi target kita untuk tes urine. Saat ini kami fokus memberantas peredaran narkotika di dalam lapas,” kata Rika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....