Menbud Fadli Zon Minta Buku Hasil Riset Tak Sekadar Disimpan

  • 20 Jul 2026 21:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan buku-buku hasil penelitian dan publikasi kebudayaan tidak boleh hanya tersimpan di gudang tetapi harus dapat diakses masyarakat.
  • Banyak buku kebudayaan yang diterbitkan sejak 1970-an hingga 1990-an tersebar di berbagai lokasi, sehingga sulit dimanfaatkan oleh masyarakat dan peneliti.
  • Publikasi hasil riset kebudayaan harus menjadi sumber pengetahuan dan referensi yang mudah diakses untuk pengembangan budaya nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan buku-buku hasil penelitian dan publikasi kebudayaan tidak boleh berakhir tersimpan di gudang. Menurutnya, seluruh karya tersebut harus dapat diakses masyarakat sebagai sumber pengetahuan dan referensi kebudayaan.

Ia mengatakan banyak buku kebudayaan yang diterbitkan sejak 1970-an hingga 1990-an sempat tersebar di berbagai lokasi. Kondisi tersebut membuat banyak publikasi hasil riset sulit dimanfaatkan oleh masyarakat maupun peneliti.

"Buku-buku itu tercerai-berai, ada yang di gudang, ada yang tersimpan di berbagai tempat dan tidak dimanfaatkan. Padahal buku-buku itu dibiayai oleh APBN dan merupakan hasil penelitian serta program kebudayaan," ucap Fadli saat peresmian Perpustakaan Ranggawarsita di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan publikasi tersebut mencakup hasil penelitian, transliterasi naskah kuno, hingga berbagai proyek penerbitan kebudayaan pemerintah. Seluruh koleksi kemudian dihimpun dalam Perpustakaan Ranggawarsita agar lebih mudah dimanfaatkan oleh publik.

"Tidak mubazir kita membuat buku. Buku itu bisa diakses publik menjadi pengetahuan yang hidup dan menjadi bagian pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Selain menghimpun koleksi fisik, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) juga terus memperluas digitalisasi berbagai publikasi kebudayaan. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengakses referensi dari berbagai daerah secara lebih mudah.

Fadli mengatakan Perpustakaan Ranggawarsita nantinya juga akan menghimpun berbagai publikasi hasil program Kemenbud. Koleksi tersebut mencakup buku, katalog pameran, hingga publikasi museum dan cagar budaya dari berbagai daerah.

"Kami berharap semua produk kebudayaan, termasuk buku, katalog museum, galeri nasional, dan hasil pameran, dapat dihimpun di sini. Dengan demikian, masyarakat memiliki satu pusat referensi kebudayaan yang lengkap dan mudah diakses," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan Kemenbud akan meresmikan perpustakaan di Museum Nasional dalam waktu dekat. Perpustakaan tersebut diperkirakan memiliki sekitar 30 ribu buku, termasuk koleksi dari masa kolonial Belanda.

Selain Museum Nasional, Kemenbud juga tengah menyiapkan perpustakaan di Galeri Nasional yang akan berfokus pada koleksi seni rupa. Dalam kesempatan tersebut, Fadli turut mengumumkan rencana pendirian Museum Film, Museum Fotografi, dan Museum Musik oleh Kemenbud. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....