Menbud Harapkan Budaya Tempe Berkembang Usai Ditetapkan WBTb-UNESCO

  • 21 Des 2025 11:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berharap, setelah tempe didaftarkan ke UNESCO, menjadi salah satu pangan Indonesia yang terus berkembang. Terutama dikenal luas di tingkat internasional, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin tempe.

Ia menyebut, saat ini perajin tempe di Indonesia tercatat berjumlah 1,5 juta orang. Hal ini menekankan pada ekonomi budaya karena termasuk ke dalam objek pemajuan kebudayaan.

"Pekerja yang membuat tempe ini sampai 1,5 juta orang. Jadi ini bagian juga dari ekonomi budaya, karena budaya itu termasuk di dalam objek," katanya saat ditemui wartawan usai Festival Budaya Tempe: Goes to UNESCO, Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Minggu (21/12/2025).

Ia menambahkan bahwa saat ini tidak hanya dipandang sebagai makanan tradisional. Tetapi telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan tempe tidak hanya berfokus kepada proses produksi, tetapi juga pada tahap pascaprduksi. Tahapan ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah tempe, baik dari segi pengemasan, inovasi produk, hingga pemasarannya.

"Ada hilirisasinya tempe dalam berbagai bentuk panganan-panganan yang lain. Adapun ekspresi yang lain yang semakin kreatif," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha menyampaikan bahwa upaya membuat tempe jadi warisan ini selaras dengan kebutuhan dunia. Misalnya, sudah banyak masyarakat yang memilih untuk hidup sehat.

"Karena sekarang kita tahu bahwa dunia juga lagi shifting, semua pengennya makannya sehat clean eating, terus vegan. Jadi ini adalah momentum yang luar biasa untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia yang sehat," ujarnya.

Ia berharap, dengan pengelolaan yang lebih baik, tempe diharapkan mampu bersaing di pasar global. Sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....