Empat Negara Bagi Tugas Usulkan Tari Zapin ke WBTb UNESCO, Inilah Peran Indonesia
- 29 Sep 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Empat negara ASEAN mengusulkan Tari Zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2027, dengan pembagian tugas mencakup dokumentasi, diseminasi, dan komunikasi bersama komunitas Zapin.
- Indonesia berperan memimpin proses nominasi Tari Zapin melalui koordinasi dengan komunitas serta penghimpunan dukungan dari berbagai varian kesenian yang berkembang di masyarakat.
- Pengusulan Tari Zapin mengedepankan kolaborasi multinasional, dengan melibatkan Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura untuk mengangkat kekayaan budaya bersama ke tingkat dunia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Empat negara, yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, mengusulkan Tari Zapin sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 2027. Pengajuan bersama ini melibatkan pembagian tugas untuk memperkuat dokumentasi, memperluas diseminasi, serta membangun komunikasi dengan komunitas Zapin di setiap negara.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan, setiap negara memiliki tanggung jawab masing-masing dalam mempersiapkan proses inskripsi Tari Zapin. Indonesia turut berperan menghubungi komunitas, menghimpun dukungan, serta merangkul berbagai kelompok yang melestarikan kesenian tradisional tersebut.
"Sudah disampaikan bahwa ada pembagian tugas dari setiap negara, mulai dokumentasi, diseminasi, hingga komunikasi dengan komunitas-komunitas Zapin. Intinya, kita bersama-sama mengangkat Tari Zapin sebagai salah satu ekspresi budaya yang hidup di sekitar masyarakat," katanya saat menghadiri Taklimat Media: Pengusulan Intangible Cultural Heritage (ICH) Zapin, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Selasa, 29 September 2026.
Ia menjelaskan, keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam proses pengusulan Tari Zapin sebagai warisan budaya dunia. Melalui komunikasi tersebut, pemerintah berupaya menghimpun dukungan dari berbagai kelompok yang memiliki karakteristik dan tradisi Zapin berbeda.
Indonesia juga mendapat peran dalam membentuk dukungan dari beragam varian Tari Zapin yang berkembang di masyarakat. Langkah ini dilakukan agar kekayaan ekspresi budaya tersebut dapat terwakili dalam dokumentasi dan pengajuan bersama ke UNESCO.
"Kita termasuk yang menghubungi komunitas-komunitas yang ada, sekaligus menjahit dukungan dari berbagai varian Zapin. Indonesia juga termasuk yang memimpin proses nominasi ini bersama negara-negara lain yang terlibat," ucapnya.
Ia menegaskan, inisiatif pengusulan Tari Zapin merupakan hasil kerja sama seluruh negara yang terlibat dalam nominasi multinasional. Meski Indonesia berperan memimpin sejumlah proses, pengajuan tersebut tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan kesepakatan antarnegara.
"Kita (Indonesia) termasuk yang nge-leading untuk penominasian ini. Yang mengajak bersama-sama adalah kita, tapi kita sudah duduk bersama untuk melakukan ini," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....