Hari Puisi Indonesia 2026, Menbud Ajak Masyarakat Rawat Bahasa dan Budaya
- 26 Jul 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli jadikan Hari Puisi Indonesia 2026 sebagai momentum untuk merawat bahasa, merekam perjalanan bangsa, dan memperkuat identitas budaya Indonesia.
- Puisi dinilai mampu menyulam keberagaman dan menumbuhkan empati, sekaligus menjadi bentuk penghargaan bagi penyair, sastrawan, dan pegiat sastra Indonesia.
- Kementerian Kebudayaan berkomitmen memperkuat ekosistem sastra, dengan mendukung pengembangan dan pemanfaatan puisi serta karya sastra sebagai bagian pemajuan kebudayaan nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memanfaatkan Hari Puisi Indonesia 2026 sebagai momentum merawat bahasa dan merekam perjalanan bangsa. Puisi merupakan denyut jiwa kebudayaan yang senantiasa mempersatukan, menerangi perjalanan bangsa menuju masa depan.
"Puisi adalah denyut jiwa kebudayaan yang merawat bahasa, menghidupkan imajinasi, merekam perjalanan bangsa. Melalui puisi kita menyulam keberagaman, menumbuhkan empati, serta menguatkan identitas Indonesia," kata Fadli Zon dalam keterengan resmi yang diterima RRI, Minggu, 26 Juli 2026.
Selain merawat bahasa, Hari Puisi Indonesia juga menjadi momentum menghargai para penyair, sastrawan, dan seluruh pegiat sastra. Terutama bagi mereka yang telah memperkaya khazanah budaya bangsa.
Ia menambahkan, bahwa penyair tidak hanya memperindah dan berkontribusi bagi kekayaan bahasa Indonesia. Tetapi juga menjaga keberagaman bahasa daerah untuk memperkuat identitas nasional, dan membangun jembatan dan dialog antar generasi.
Ia berharap, melalui puisi, masyarakat dapat menyulam keberagaman, dan menumbuhkan empati. Tidak hanya itu, melalui puisi juga, masyarakat dapat menguatkan identitas Indonesia yang berakar pada kekayaan budaya.
"Melalui puisi kita menyulam keberagaman, menumbuhkan empati, serta menguatkan identitas Indonesia yang berakar pada kekayaan budaya. Hari Puisi Indonesia merupakan momentum menghargai para penyair, sastrawan, dan seluruh pegiat sastra," ucapnya.
Perlu diketahui, Hari Puisi Indonesia diperingati setiap 26 Juli sebagai penghormatan atas hari kelahiran penyair besar Chairil Anwar. Sosoknya diakui para ahli sastra sebagai pelopor puisi modern Indonesia yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sastra nasional.
Sementara itu, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyambut baik berbagai inisiatif yang mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia melalui karya sastra dan puisi. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem sastra sekaligus melestarikan bahasa serta identitas budaya bangsa.
"Kami (Kementerian Kebudayaan) menyambut baik dan mendukung inisiatif-inisiatif seperti mendukung pemajuan kebudayaan Indonesia melalui sastra. Kami berkomitmen memberikan posisi pada puisi dan karya sastra lainnya untuk terus dilakukan pengembangan pemanfaatan," ucapnya.
Di sisi lain, Penyair Ariyani Isnamurti mengatakan bahwa puisi hadir sebagai ruang untuk mendengar suara hati, dan merawat nurani. Tidak hanya itu, puisi mampu mengokohkan kemanusiaan, kearifan, dan keberagaman.
"Puisi mengingatkan kita bahwa di balik setiap peristiwa selalu ada pesan. Dan nilai yang layak direnungkan, dirawat dan diwariskan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....