Edukasi Digital Penting Cegah Anak Terpapar Paham Radikalisme
- 12 Des 2025 18:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pembedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Ratna Susianawati, menyoroti kembali kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu. Ia menyebut kejadian itu mengejutkan sekaligus membuka mata banyak pihak.
Ratna mengatakan keterlibatan seorang pelajar dalam aksi ledakan menunjukkan ancaman radikalisasi dapat menyasar anak. “Hal yang tidak kita prediksi ternyata bisa saja terjadi,” ujarnya, dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Jumat (12/12/2025).
Ia menjelaskan kemajuan teknologi membuat anak bebas berselancar di ruang digital tanpa batas. Kondisi itu membuat mereka tidak selalu memahami dengan siapa mereka berinteraksi.
Menurut Ratna, peristiwa di SMAN 72 menjadi peringatan bagi semua pihak untuk memperkuat pengawasan digital. Ia menegaskan bahwa tindakan pelaku dipengaruhi konten media sosial yang ditiru secara mandiri.
Dampak kejadian itu, lanjutnya, dirasakan tidak hanya oleh pelaku, tetapi juga teman dan lingkungan sekitar. Ratna menilai hal ini harus menjadi renungan bersama agar pemanfaatan teknologi lebih aman.
Ia menekankan pentingnya literasi digital agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif. “Yang harus kita siapkan adalah kecakapan pengguna, bukan menolak teknologi,” katanya.
Ratna menjelaskan ada kesenjangan pemahaman teknologi antara orang tua dan anak yang perlu dijembatani. Minimnya pengawasan membuat anak mengakses konten yang belum sesuai usia.
Ia memaparkan penggunaan media sosial oleh anak meningkat hampir 30 persen dalam tiga tahun terakhir. Peningkatan itu diiringi risiko kekerasan yang juga meningkat di ranah daring.
Survei Pengalaman Hidup Anak dan Remaja 2024 menunjukkan satu dari dua anak pernah mengalami kekerasan. Bentuk kekerasan paling tinggi adalah emosional, diikuti fisik, seksual, dan kekerasan daring.
Ratna mengingatkan ruang digital juga menjadi tempat penyebaran konten radikal yang mudah diakses anak. Ia menyebut pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah paparan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....