Menteri Wihaji: Program Genting Bantu Rumah Layak Huni Keluarga Berisiko Stunting

  • 08 Agt 2026 15:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) turut membantu menyediakan rumah layak huni bagi keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi.
  • Program Genting ini menjadi salah satu solusi untuk menjangkau keluarga yang belum dapat menerima bantuan pemerintah karena terkendala persyaratan administratif.
  • Menteri Wihaji menegaskan pencegahan stunting harus dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) turut membantu menyediakan rumah layak huni bagi keluarga yang berisiko mengalami kekurangan gizi. Program Genting ini menjadi salah satu solusi untuk menjangkau keluarga yang belum dapat menerima bantuan pemerintah karena terkendala persyaratan administratif.

"Kalau mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), seringkali sulit karena ada syarat sertifikat dan sebagainya. Oleh karena itu, harus ada cara lain melalui orang tua asuh yang persyaratannya tidak rumit, tetapi negara tetap hadir," kata Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, Sabtu 8 Agustus 2026.

Wihaji menyampaikan hal tersebut saat meninjau sejumlah keluarga risiko stunting (KRS) di Kecamatan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (6/8/2026). Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya Kemendukbangga/BKKBN memperkuat pencegahan stunting sejak dari hulu.

Dalam kunjungan tersebut, Wihaji juga menyerahkan bantuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Bantuan nutrisi juga diberikan kepada keluarga penerima manfaat.

Selain itu, Wihaji menyaksikan penyerahan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni kepada tiga keluarga penerima manfaat.

Cegah Stunting Sejak 1.000 HPK

Wihaji menegaskan pencegahan stunting harus dilakukan sebelum anak mengalami gangguan pertumbuhan. Salah satu tahap penting yang menjadi perhatian adalah periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Keluarga risiko stunting kita data, tadi saya melihat tiga titik, kemarin dua titik, mereka memiliki anak pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Sebelum terjadi stunting, kita lakukan pendekatan, termasuk memperbaiki kondisi rumahnya," ujarnya.

Dalam peninjauan itu, Wihaji juga sempat berdialog langsung dengan keluarga penerima manfaat. Ia menggali kondisi kesehatan anak, kebutuhan gizi, pola pengasuhan, kondisi ekonomi, hingga kelayakan lingkungan tempat tinggal.

Wuhaji mengatakan pemenuhan kebutuhan gizi tidak cukup dilakukan melalui pemberian makanan atau bantuan nutrisi. Intervensi juga harus disertai lingkungan yang sehat, sanitasi yang baik, akses air bersih, serta hunian yang layak.

Menurutnya, kondisi tempat tinggal turut memengaruhi tumbuh kembang anak. Karena itu, perbaikan rumah menjadi salah satu bentuk intervensi yang dilakukan melalui program Genting.

Bantuan perbaikan rumah tidak layak huni tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Genting yang mendorong keterlibatan berbagai pihak. Guna membantu keluarga berisiko stunting sesuai dengan kebutuhan mereka.

Dalam kegiatan itu, PT Timah berperan sebagai orang tua asuh dengan memberikan dukungan perbaikan rumah bagi keluarga penerima manfaat.

Wihaji menegaskan keterbatasan dokumen kepemilikan tanah tidak semestinya membuat keluarga yang membutuhkan kehilangan kesempatan memperoleh bantuan.

"Masa hanya karena tidak memiliki sertifikat, negara tidak hadir, tentu itu tidak adil. Oleh karena itu, kita bantu sesuai dengan kewenangan yang kita miliki," ucap Wijahi.

Ia mengatakan intervensi pencegahan stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut mencakup pemenuhan gizi, pendampingan keluarga, hingga perbaikan kondisi rumah.

Melalui intervensi terpadu itu, pemerintah berupaya memastikan keluarga berisiko stunting mendapatkan layanan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan stunting sekaligus mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....