Kemendikdasmen Dorong Penguatan Ekosistem Pembelajaran Perempuan di STEM

  • 10 Des 2025 13:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat ekosistem pembelajaran nasional. Tujuannya untuk mendukung peningkatan peran perempuan pada bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).

Sekretaris Dirjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Muhammad Hasbi angkat bicara mengenai peran perempuan. Menurutnya, peran perempuan masih sangat rendah, yaitu delapan persen yang bekerja di sektor tersebut.

"Untuk memastikan bahwa kecerdasan buatan tidak bias, maka perempuan harus hadir. Bukan hanya sebagai pengguna tetapi sebagai kreator, inovator, dan pemimpin teknologi," kata Hasbi, dalam acara Demo Day Perempuan 2025, di Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Hasbi mengatakan, pihaknya bertekad memperkuat ekosistem pembelajaran agar dapat adaptif terhadap perubahan teknologi. Khususnya seputar kecerdasan buatan melalui beberapa langkah strategis.

Pertama, Kemendikdasmen telah mengintegrasikan literasi digital dengan kecerdasan buatan. Integrasi tersebut dalam kurikulum yang sudah dilakukan sejak akhir tahun 2024.

Kemudian, pihaknya juga telah merancang penerapan project based learning dalam berbagai mata pelajaran terkait. Tujuannya guna membiasakan peserta didik agar dapat menyelesaikan permasalahan secara nyata.

"Terlebih di bidang pendidikan vokasi, project based learning ini menjadi tulang punggung untuk membekali peserta didik kita. Agar mereka memperoleh keterampilan bekerja secara nyata sebelum mereka memasuki dunia kerja," ucap Hasbi lebih lanjut.

Menurutnya, Kemendikdasmen juga terus membangun kolaborasi dan sinergi dengan industri. Agar pengetahuan teknis yang diajarkan di satuan pendidikan relevan dengan kebutuhan pasar.

"Pendidikan vokasi hadir sebagai jembatan agar perempuan dapat mengakses keterampilan digital yang aplikatif. Dan siap bekerja di sektor industri," katanya.

Ia berharap, forum hari itu dapat mengubah masa depan perempuan, menjadikan mereka sebagai agen perubahan. Dalam ekosistem teknologi berkat akses terhadap keterampilan digital, pelatihan intensif, dukungan mentor dan komunitas yang suportif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....