Indonesia Resmi Miliki SETIAKIN Pertama di Babel

  • 19 Nov 2025 21:08 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Indonesia resmi memiliki Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Negeri (SETIAKIN) pertama setelah Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan kampus tersebut di Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Selasa (18/11/2025). Pembangunan yang diawali peletakan batu pertama pada 2024 itu rampung 100 persen pada September 2025.

Pemerintah menyebut SETIAKIN sebagai lembaga pendidikan tinggi negeri pertama yang didedikasikan untuk pengembangan agama Konghucu di Indonesia. Kampus ini diharapkan menjadi pusat pembinaan, riset, dan penguatan moderasi beragama bagi komunitas Khonghucu.

Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menyatakan bahwa pendirian SETIAKIN menjadi bukti negara hadir bagi seluruh pemeluk agama. “Sekolah Tinggi Agama Konghucu Negeri Provinsi Kepulauan Babel ini yang pertama di Indonesia,” kata Wamenag dalam groundbreaking di Tanjung Bunga, Jumat (14/11/2025).

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan kampus ini merupakan wujud komitmen Kementerian Agama sebagai kementerian untuk semua agama di Indonesia. Wamenag menjelaskan bahwa Bangka Belitung dipilih karena memiliki umat Konghucu terbesar di Indonesia, kondisi kerukunan yang tinggi di wilayah tersebut juga menjadi alasan kuat pemilihan lokasi pembangunan.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenag mengungkapkan harapan agar SETIAKIN berkembang sebagai institusi pendidikan yang berkelanjutan. “Dengan pengelolaan dan manajemen yang baik, SETAKIN ini bisa berubah menjadi institut serta universitas di masa akan datang,” katanya.

Kementerian PUPR sebelumnya melaporkan bahwa pembangunan fisik kampus telah disusun dengan standar sarana pendidikan tinggi. Proyek ini mencakup luas lahan lebih dari 29 ribu meter persegi dengan nilai konstruksi sebesar Rp45 miliar.

Kampus ini direncanakan membuka tiga program studi, yakni Pendidikan Khonghucu, Komunikasi dan Penyiaran Khonghucu, serta Manajemen Khonghucu. Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu menyatakan bahwa persiapan pembelajaran telah dimulai sejak 2024 dan ditargetkan aktif pada tahun akademik mendatang.

Pemerintah berharap kehadiran SETIAKIN memperkuat moderasi beragama serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi umat Konghucu. Kampus ini diharapkan menjadi pusat kaderisasi pemuka agama sekaligus memperkaya keragaman pendidikan keagamaan nasional.

(Annisa Sekar Ningrum - Universitas Negeri Jakarta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....