Tantangan UMKM Lokal di Tengah Gempuran Produk Impor
- 23 Okt 2025 10:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI sekaligus pelaku usaha, Yoyok Riyo Sudibyo menyoroti kondisi UMKM Indonesia saat ini. Ia menilai, banyak pelaku usaha kecil yang kesulitan bertahan di tengah derasnya arus produk impor.
Menurut Yoyok, kondisi ini terlihat dari menurunnya dinamika usaha kecil di berbagai daerah yang dahulu dikenal sebagai sentra kerajinan. Ia mencontohkan kawasan seperti Tanah Abang, Jatinegara, Beringharjo, hingga Bandung yang kini tidak seramai dulu.
“Faktanya sekarang UMKM kita itu banyak yang tumbang atau banyak yang maju?. Pertanyaannya, pada kemana mereka sekarang?” ujarnya dalam Dialog Interaktif bersama RRI PRO3, di Jakarta Pusat, Kamis (23/10/2025).
Yoyok juga menyoroti kebijakan impor yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada UMKM. Bahkan banyak produk luar negeri masih bebas masuk ke pasar Indonesia dan bersaing langsung dengan produk dalam negeri.
“Itu kan fakta di lapangan, dibuka bebas itu di lantai 3 atau 4 atau 5. Yang di blok Pasar Senen misalnya, Itu bal-balan dari Cina sana,” katanya menegaskan.
Yoyok menceritakan pengalamannya selama dua setengah tahun di Cina, di mana pelaku UMKM mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Menurutnya, negara tersebut menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini dan menata pasar secara terstruktur agar pelaku usaha tumbuh bersama.
Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman juga menyoroti derasnya arus barang impor yang dinilai mengganggu pasar lokal. Ia menyebut, pemerintah masih menghadapi tantangan besar dalam melindungi pelaku usaha kecil dari serbuan produk luar negeri.
Maman mencontohkan Pasar Tajur di Kabupaten Bogor sebagai kawasan yang paling terdampak akibat membanjirnya produk impor. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak pelaku UMKM kesulitan bersaing karena keterbatasan inovasi dan dukungan transformasi dari pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....