Setahun Pemerintahan Prabowo, Kenaikan UMP Tertinggi 6,5 Persen
- 20 Okt 2025 09:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka, kesejahteraan pekerja menunjukkan peningkatan signifikan. Upah Minimum Provinsi (UMP) naik rata-rata 6,5 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kebijakan tersebut memperkuat daya beli rakyat dan memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih adil di semua lapisan. Untuk pertama kalinya, pengemudi ojek online juga menerima Bonus Hari Raya sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja informal.
Presiden Prabowo Subianto menyebut, kenaikan upah minimum merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan pengaman sosial pekerja. “Upah minimum bertujuan meningkatkan daya beli pekerja dengan tetap memperhatikan daya saing usaha,” ujar Prabowo dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Presiden menambahkan, keputusan kenaikan 6,5 persen diambil setelah pembahasan bersama serikat buruh dan menteri terkait. Ia menegaskan penetapan upah sektoral menjadi kewenangan dewan pengupahan provinsi, kota, dan kabupaten sesuai karakter daerah.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan kenaikan upah di beberapa daerah bisa lebih tinggi dari rata-rata nasional. “Setiap provinsi dapat menetapkan upah sektoral sesuai kriteria dalam peraturan menteri,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/12/2024).
Selain upah, pemerintah meluncurkan Program Magang Nasional dengan gaji setara UMK bagi lulusan baru perguruan tinggi. Program ini dimulai dengan 20 ribu peserta dan akan diperluas hingga ratusan ribu tenaga muda.
Pemerintah juga memberi diskon tarif listrik 50 persen bagi keluarga berpenghasilan rendah untuk menekan biaya hidup. Kebijakan ini menjaga daya beli masyarakat dan membantu stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah ketidakpastian global.
Sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi rakyat, pemerintah meluncurkan kebijakan paket ekonomi 8+4+5. Paket ini ditargetkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,2 persen pada akhir 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....