Hari Kebudayaan Tegaskan Peran Generasi Muda dan Kampus
- 18 Okt 2025 16:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenkebud) Republik Indonesia menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan untuk memperkuat identitas dan persatuan bangsa. Penetapan ini menegaskan pentingnya kebudayaan sebagai kekuatan hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam peringatan pertama, Kemenkebud memberikan sertifikat apresiasi kepada Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) dan dalang milenial Herjuno Pramariza Fadlansyah. Keduanya dinilai berperan penting dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya Indonesia.
“Unindra menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi pusat hidupnya kebudayaan, tempat ilmu dan seni tumbuh bersama. Herjuno Pramariza Fadlansyah adalah contoh nyata generasi muda yang menghidupkan tradisHari Kebudayaan i dengan cara yang relevan bagi zaman ini,” ujar Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI Restu Gunawan.
Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat tumbuh dari dunia akademik dan kreativitas generasi muda. Unindra dinilai berhasil menjaga warisan budaya melalui riset, kegiatan akademik, dan dukungan pada seniman muda.
"Penghargaan ini adalah penyemangat kami. Untuk terus menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa di setiap langkah,” kata Rektor Unindra Sumaryoto.
Untuk diketahui, Tema Hari Kebudayaan tahun ini ‘Kebudayaan untuk Keberlanjutan dan Persatuan’, menekankan budaya bukan sekadar warisan, tetapi kekuatan yang menyatukan. Semangat itu juga tercermin dari kiprah Herjuno yang mempopulerkan seni wayang melalui media sosial.
Inisiatif penetapan Hari Kebudayaan berasal dari sembilan seniman nasional, termasuk seniman Yati Pesek dan Maryoto. Mereka ingin memberi ruang lebih luas bagi publik dan pelaku budaya untuk merayakan serta mengembangkan seni Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....