BMKG Prediksi Musim Hujan 2025 Datang Lebih Cepat
- 14 Sep 2025 20:07 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprediksi musim hujan 2025/2026 akan datang lebih cepat dari kondisi normal. Sebagian wilayah Indonesia bahkan sudah mulai mengalami hujan sejak Agustus 2025.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Pers Prediksi Musim Hujan 2025/2026 di Jakarta, Jumat 12 September 2025. “Dibandingkan dengan rerata klimatologis 1991–2020, awal musim hujan tahun ini cenderung maju di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujarnya.
Dwikorita menjelaskan, musim hujan diperkirakan berlangsung dari Agustus 2025 hingga April 2026. Adapun puncak hujan terjadi pada November–Desember 2025 di Sumatera dan Kalimantan, serta Januari–Februari 2026 di Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Dari 699 Zona Musim atau ZOM di Indonesia, sebanyak 294 ZOM atau 42,1 persen diprediksi akan mengalami musim hujan lebih cepat dari biasanya. “Kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang,” kata Dwikorita.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan faktor global dan regional turut memengaruhi dinamika musim hujan tahun ini. Ia menyebut, pada Agustus 2025 fenomena El Niño–Southern Oscillation atau ENSO dalam kondisi netral, sementara Indian Ocean Dipole atau IOD berada pada fase negatif.
“IOD negatif ini menandakan suplai uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia lebih banyak, sehingga memicu peningkatan intensitas hujan, khususnya di bagian barat Indonesia,” ucap Ardhasena.
Laman resmi BMKG yang kami akses pada Minggu, 14 September 2025 menekankan perlunya langkah antisipasi sejak dini. Penyesuaian jadwal tanam pertanian, pengelolaan waduk, perbaikan drainase, pengendalian hama di perkebunan, hingga kesiapsiagaan bencana harus dilakukan. “Kami mengimbau seluruh pihak untuk memanfaatkan informasi iklim dan cuaca BMKG sebagai dasar perencanaan agar dampak musim hujan lebih cepat ini dapat ditekan,” ujar Dwikorita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....