Ile Lewotolok Erupsi, 16 Desa Terdampak Debu Vulkanik

  • 03 Jun 2025 07:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Kupang: Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi, Senin (2/6/2025). Akibatnya, sebanyak 16 desa dari 21 desa di kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur terdampak abu vulkanik.

"Letusan ini menciptakan tinggi kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak lebih kurang 1.823 m di atas permukaan laut. Dari 16 desa terdampak, 9 diantaranya terdampak paling parah," kata Kepala Pelaksana BPBD Lembata, Andris Koban, dalam perbincangan dengan Pro3 RRI, Selasa (3/6/2025).

Sembilan desa tersebut, yakni Jontona, Lamatokan, Baolaliduli, Lamaau, Aulesa, Todanara, Lamagute, Lamawolo, dan Waimatan. "Rata-rata desa itu ada di kecamatan Ile Ape," ujarnya.

"Selain ketebalan debu, sumber air masyarakat juga tercemar debu vulkanik sehingga tak bisa dikonsumsi," ucapnya. "Padahal warga sudah menampung air tersebut dari air hujan akibat juga terbatasnya sumber air masyarakat".

Oleh karena itu, Andris memastikan, akan ada pengiriman air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Hal tersebut, katanya, sudah masuk dalam rencana dan diharapkan akan segera terealisasikan.

Pihaknya bersama dengan instansi terkait, sebut Andris, juga sudah menyiapkan bantuan masker dan tim kesehatan. Tim kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi keluhan penyakit ISPA akibat debu vulkanik.

Terkait dengan status gunung Ile Lewotolok, Andris mengungkap dalam status waspada atau level II. "Mengantisipasi makin meningkatnya aktivitas gunung tersebut kami juga sudah menyiapkan 21 tempat pengungsian untuk 15 ribu warga," katanya.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) mengimbau warga waspada, ikuti rekomendasi bahaya yang telah ditetapkan. PGA Ile Lewotolok juga mencatat gunung api ini meletus 292 kali, Minggu (1/6/2025) pukul 00.00 Wita-24.00 Wita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....