Arbeloa Kritik Mentalitas Fulham Usai Kalah dari Sunderland
- 31 Agt 2026 17:15 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pelatih Fulham Alvaro Arbeloa mengkritik keras sikap dan mentalitas timnya setelah kalah 0-1 dari Sunderland dalam lanjutan Premier League., Minggu 30 Agustus 2026. Kekalahan tersebut menjadi yang kedua bagi Fulham pada awal musim ini.
Dilansir dari BBC, Wilson Isidor menjadi penentu kemenangan Sunderland setelah mencetak gol pada menit ke-75. Pemain pengganti tersebut memanfaatkan umpan silang rendah Habib Diarra yang gagal diamankan kiper Fulham, Bernd Leno.
Isidor sebenarnya hampir membuka keunggulan lebih awal setelah mendapatkan ruang di tengah kotak penalti. Namun, tendangannya justru membentur tiang kiri gawang setelah peluang tersebut diawali umpan Granit Xhaka dan Enzo Le Fee.
Arbeloa kecewa dengan penampilan timnya yang dinilai tidak menunjukkan perjuangan dan komitmen. Pelatih asal Spanyol tersebut bahkan menyebut Fulham tidak berada pada level permainan yang seharusnya.
"Saya tidak menyukai sikap tim saya. Kami bahkan tidak berjuang, kami tidak berlari, level teknis yang buruk. Kami tidak berada dalam permainan," ujar Arbeloa.
Arbeloa menegaskan bahwa perjuangan dan karakter tidak boleh hanya ditunjukkan ketika menghadapi lawan kuat. Fulham sebelumnya kalah 3-2 dari Chelsea pada pertandingan pembuka musim setelah menjalani laga yang berlangsung sengit.
"Saat melawan Chelsea di kandang, mudah untuk berlari dan berjuang, tetapi Anda harus melakukannya di setiap pertandingan," kata Arbeloa.
Menurut Arbeloa, Fulham perlu memperbaiki mentalitas jika ingin bersaing di Premier League. Ia menilai timnya terlalu sering kehilangan bola-bola kedua dan tidak menunjukkan ambisi yang cukup untuk memenangkan pertandingan.
"Ini tentang karakter, mentalitas, dan ambisi. Kami tidak memenangkan bola-bola kedua. Kami ingin bersaing, itu hal terpenting bagi sebuah tim. Kami tidak berada di level kami - kami perlu menunjukkan sesuatu yang lebih," ujarnya.
Kekecewaan Arbeloa juga terlihat dari statistik pertandingan. Fulham kesulitan menembus pertahanan Sunderland yang tampil terorganisasi dan bekerja keras, bahkan tidak mampu menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Sebaliknya, Sunderland menunjukkan ketahanan hingga mampu mempertahankan keunggulan tipis. Nordi Mukiele dan Romaine Mundle melakukan blok penting pada menit-menit akhir untuk mencegah Fulham menyamakan kedudukan.
Kemenangan tersebut menjadi tiga poin penting bagi Sunderland setelah sebelumnya kalah 2-1 dari Ipswich pada pertandingan pembuka. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama mereka di Premier League musim ini.
Pelatih Sunderland Regis Le Bris memuji kerja sama timnya dalam menghadapi Fulham. Menurutnya, para pemain mampu mengatasi tekanan sekaligus menciptakan sejumlah peluang.
"Senang rasanya bisa kembali ke kandang dan menang lagi," kata Le Bris.
"Liga Premier benar-benar menuntut dan kami menghadapi tim yang sangat bagus. Para pemain bermain sangat baik untuk mengatasi ancaman mereka dan menciptakan peluang di sisi lain lapangan," ujarnya.
Kemenangan ini juga memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Sunderland yang akan menjalani musim dengan jadwal padat. Mereka dijadwalkan tampil di kompetisi Eropa setelah finis di peringkat ketujuh Premier League musim lalu.
Sunderland bahkan akan menghadapi AC Milan pada laga tandang pada 10 Desember. Mereka juga dijadwalkan menghadapi sejumlah klub Eropa lainnya, sehingga Le Bris harus memastikan skuadnya mampu menjaga konsistensi di tengah tambahan pertandingan.
Bagi Fulham, kekalahan dari Sunderland menjadi alarm awal musim. Setelah gagal meraih poin dalam dua pertandingan, Arbeloa dituntut segera memperbaiki karakter, intensitas, dan mentalitas tim agar Fulham tidak semakin tertinggal dalam persaingan Premier League.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....