Wajah Baru Piala Dunia Panduan Regulasi dan Aturan Terkini FIFA
- 29 Jun 2026 18:02 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko resmi mencatatkan sejarah baru. Bukan hanya karena menjadi edisi pertama yang diselenggarakan di tiga negara sekaligus, tetapi juga karena FIFA menerapkan perombakan regulasi paling masif sepanjang sejarah turnamen modern.
Bagi para pencinta sepak bola, memahami aturan baru ini sangat penting karena dinamika permainan dan strategi tim otomatis berubah total. Berikut adalah poin-poin regulasi utama yang wajib kamu ketahui:
- Ekspansi Kuota Peserta dan Format Turnamen
Perubahan paling mencolok ada pada jumlah negara yang bertanding serta bagan kompetisi.
Dari 32 ke 48 Tim: Jumlah peserta melonjak drastis dengan tambahan 16 negara baru.
Pembagian 12 Grup: Tim-tim dibagi ke dalam 12 grup, di mana masing-masing grup berisi 4 tim.
Hadirnya Babak 32 Besar: Jika sebelumnya dari fase grup langsung menuju babak 16 besar, kini ada fase gugur baru yaitu babak 32 besar.
104 Pertandingan: Total laga meningkat dari 64 menjadi 104 pertandingan. Skuad yang berhasil menembus semifinal kini harus bermain sebanyak 8 kali (sebelumnya hanya 7 kali).
- Aturan Kelolosan Fase Grup & Jalur Peringkat 3 Terbaik
Dengan format 12 grup, rumus kelolosan ke babak gugur menjadi lebih kompetitif dan sedikit rumit:
Peringkat 1 dan 2 otomatis lolos ke babak 32 besar (total 24 tim).
8 Tim Peringkat Ketiga Terbaik akan diambil untuk menggenapi slot babak gugur menjadi 32 tim.
Aturan Baru Tiebreaker (Poin Sama)
Jika ada dua tim atau lebih yang mengantongi poin sama di fase grup, FIFA telah memperbarui urutan penentu kebijakan (tie-break). Berbeda dari edisi sebelumnya, prioritas utama digeser ke head-to-head:
Jumlah poin yang didapat dari pertandingan antara tim yang bersangkutan (head-to-head).
Selisih gol dari pertandingan antara tim yang bersangkutan.
Jumlah gol yang dicetak dari pertandingan antara tim yang bersangkutan.
Jika masih berimbang, barulah dihitung selisih gol di seluruh pertandingan grup, jumlah gol di seluruh grup, poin fair play (kartu), dan terakhir peringkat pemeringkatan FIFA.
- Regulasi Pemotong Waktu Senggang (Anti-Time Wasting)
FIFA dan IFAB memperketat aturan di lapangan demi menjaga flow dan kecepatan permainan agar penonton tidak jenuh melihat drama mengulur waktu.
Timer Rekor 5 Detik: Wasit memiliki wewenang memberikan hitung mundur visual selama 5 detik untuk lemparan ke dalam (throw-in) maupun tendangan gawang (goal kick). Jika pemain melebihi batas waktu, penguasaan bola langsung diberikan ke tim lawan.
Aturan Medis 1 Menit: Jika wasit harus menghentikan pertandingan karena ada pemain luar (outfield player) yang membutuhkan perawatan medis di atas lapangan, pemain tersebut wajib keluar lapangan dan menunggu minimal 1 menit sebelum diizinkan masuk kembali. Langkah ini dinilai efektif memangkas taktik pura-pura cedera.
Timer 10 Detik Substitusi: Pemain yang diganti diberi waktu maksimal 10 detik untuk keluar lapangan. Jika melanggar, pemain pengganti yang hendak masuk harus dihukum menunggu selama 1 minute di pinggir lapangan.
- Ekstensi Peran VAR (Video Assistant Referee)
Teknologi VAR mendapatkan perluasan fungsi intervensi demi keadilan di lapangan hijau. Kini VAR bisa meninjau (review) dan membatalkan keputusan keliru wasit dalam hal:
Pemberian kartu kuning kedua (yang berujung kartu merah).
Salah memberikan keputusan tendangan sudut (corner kick) atau tendangan gawang.
Kasus salah identitas pemain yang dihukum (mistaken identity) yang lebih luas.
- Kedisiplinan Tegas: "Mouth-Covering" & Protes Lapangan
Menjaga respek terhadap perangkat pertandingan dan lawan menjadi fokus utama FIFA:
Kartu Merah Instan untuk "Lip-Reading" Blokir: Pemain atau ofisial yang dengan sengaja menutup mulutnya menggunakan tangan, lengan, atau jersi saat melakukan konfrontasi/argumen dengan pemain lawan atau wasit akan langsung dijatuhi kartu merah. Aturan ini dibuat agar tidak ada kata-kata makian atau hinaan rasial yang disembunyikan dari pembacaan gerak bibir kamera.
Selain itu, pemain atau ofisial yang sengaja meninggalkan lapangan permainan sebagai bentuk protes atas keputusan wasit juga akan langsung diusir dari stadion (kartu merah).
- Aturan Pergantian Pemain dan Hydration Breaks
Jumlah Substitusi: Setiap tim diperbolehkan melakukan 5 kali pergantian pemain dalam waktu normal (90 menit). Jika pertandingan berlanjut ke babak tambahan (extra time), masing-masing tim mendapatkan bonus 1 kuota pergantian tambahan.
Mandatory Water Breaks: Tanpa melihat kondisi cuaca panas atau dingin, FIFA mewajibkan adanya jeda minum selama 3 menit di setiap babak (biasanya di sekitar menit ke-22 dan menit ke-67) ketika terjadi momentum bola mati alami. Jeda ini juga dimanfaatkan stasiun televisi untuk menyiarkan iklan pendek komersial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....